Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Kamis, 17 Oktober 2013

On 14:10 by elsapuspita in    2 comments

Beberapa waktu lalu saat berkunjung ke Garut, Kaka Kedua tak sengaja membawa beras ketan. Karena hanya beberapa kilo, ga cukup dong untuk dibagi-bagi kesemua adiknya yg unyu-unyu...😊. Jadi kesepakatan bersama, itu beras ketan disimpan Kaka Kesatu agar dapat diolah untuk kemudian dimakan bersama.... hmmmm...
Dari beras ketan itu kami sudah menikmati beberapa jenis makanan. Beras ketan kukus yang ditaburi parutan kelapa di tambah garam. Rasanya ajib dong pastinya. Kan, kita tinggal amm aza. Heheeheeee..... Tapi makanan itu sudah lumrah ya... yang istimewanya, yaaa... ngumpul barengnya, makan barengnya juga cerita kesana kemarinya.... walaupun hampir tiap hari ketemu tetep selalu adaaaaa aza cerita seru untuk berbagi. Karena Kaka Kedua tinggal Bandung jadi jarang bisa ngumpul bareng  n ngerumpi begini... jarak memisahkan 😔
T' Ncie-Kaka Kesatu yang cuantik
Nah kemarin, Kaka Kesatu membuat sesuatu yg tak biasa dari beras ketan. Katanya sih mau membuat Wajit Ngora. Penasaran nih Wajit Ngora tu seperti apa ya.... Makanya saya coba intip ke  dapur. Saya 'mengganggu dengan manis' keasyikan Kaka Kesatu yang fokus dengan niatnya membuat Wajit Ngora. Agar tak terlihat ngintip-ngintip gitu, saya goda Kaka untuk beraksi di depan kamera. Jadi nggak kelihatan mau tahu banget, kan? Padahal mau tahu bangettt. Xixixiii....
Akhirnya saya berhasil mendapat resep dan cara membuatnya. Ga sia-sia cape motret n ngarahin gaya (padahal yang kephoto tangannya doang .... 😄 – sorry ya Kaka.... )

Mau tahu? Bolehhhh.... Yuk kita mulai siapkan bahannya...
500 gr beras ketan putih ditanak
500 gr gula merah dibuat kinca
1 butir kelapa parut
¼ kg nangka masakgaram
Sejumput garam
Vanili (jika mau.....)
Mulai masak nyokkk.... :
Bahan yang diperlukan dan cara membuatnya
( langsung lihat gambar no 6 ya.... ;) )
Ketan putih yang sudah ditanak disimpan dalam wajan yg cukup besar. Tambahkan buah nangka yang telah dipotong-potong kecil. Masukkan juga kelapa parut lalu gula kinca saring. Aduk-aduk sampai rata hingga adonan mengental. Jangan lupa tambahkan sejumput garam agar rasanya ‘nyari’ juga vanili. Jika sudah mengental masukan dalam mangkuk hiasi dengan potongan buah nangka. Nikmati dengan secangkir teh hangat....
Wahhh mantapppp....
Kenapa disebut Wajit Ngora? karena cara membuatnya hampir sama dengan membuat wajit, hanya saja ga sampai kentallllll banget seperti adonan buat wajit. Disebut bubur ketan, ga juga soalnya ga encer tapi disebut wajit juga nggak soalnya ga liket sampai bisa dibentuk wajit. Jadi disebutlah wajit ngora, pertengahan antara bubur dan adonan wajit. kenapa disebut wajit ngora, sepertinya karena begitu kelihatannya... xixixiii 
         
siap menyantap Wajit Ngora buatan Kaka tercinta
 Nah agar bisa merasakan nikmatnya Wajit Ngora ala cheff 'Ncie (Kaka Kesatu) kamu harus coba dulu masuk dapur dan mempraktekkannya. Tapi sebelum ke dapur yuks baca dulu info tentang beras ketan putih berikut ini :
         Ketan putih bisa diolah menjadi penganan / kudapan yang lezat. Tapi tentunya kita harus dapat memilih beras ketan yg baik. Ga mau salah pilih kan?
Soooo..... Yang harus diperhatikan saat membeli beras ketan putih adalah :
*      Pilihlah beras ketan yang mempunyai warna putih jernih, warna putihnya  cukup pekat, tidak berwarna kusam atau kekuningan.
*      Butiran beras ketan putih yang bagus adalah yang utuh, tidak rapuh sehingga tdk banyak patahannya.
*      Beras ketan putih yang bersih tidak tercampur dengan benda asing, seperti batu, binatang atau kotoran kecil lainnya.
*      Beras ketan putih yang bagus mempunyai aroma yang wangi bahkan setelah dicuci sekalipun.



Semoga bermanfaat 😉

2 komentar: