Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Kamis, 14 April 2016

On 12:28 by elsapuspita in    No comments
pic. by wartakesehatan


Karena pernah mengalami betapa tersiksanya saat buang air kecil tak lancar, akhirnya saya jadi cari-cari info, baca-baca juga... kenapa manusia harus minum. Sebenarnya bukan nggak tahu juga sih tapi mengingatkan kembali, utamanya buat pribadi.
Tubuh manusia pada dasarnya terdiri dari 80 % air pada bayi, dan 60 % air pada orang dewasa. Ini menunjukkan bahwa tubuh memang sangat membutuhkan kandungan air yang banyak setiap harinya. Para ahli sendiri merekomendasikan dalam sehari, kita mengkonsumsi air minum minimal 8 gelas (ukuran gelas 200 ml). Berarti tubuh kita harus memiliki asupan air sebanyak 1 – 2 liter per hari.
Ada benarnya juga dokter “galak” itu bilang kalau saya nggak perlu membantah dengan mengatakan sering minum. Toh hasil lab sudah menunjukkan kalau saya kurang minum. Waktu itu memang saya mau bilang kalau saya ga lupa sama minum, tapi memang setelah diingat-ingat minumnya jarang banget. Xixiii ,,, okey setelah mengakui artinya harus memperbaiki diri dong. Karena kekurangan asupan air dalam tubuh ternyata memang bisa mengakibatkan hal yang tidak menyehatkan.
Akibat kurang minum air putih dapat berdampak kronis bagi pencernaan, terutama ginjal. Ini beberapa bahaya dari kekurangan cairan dalam tubuh/kurang minum air putih :
1. Tubuh kekurangan garam dan cairan.
2. Tubuh bisa mengalami dehidrasi, kondisi dimana cairan dalam tubuh tidak tercukupi. Dehidrasi bisa menyebabkan hilangnya nafsu makan, kulit mengalami kekeringan, sakit kepala hingga merasa lemas dan cemas.
3. Kurang Minum Mengganggu Fungsi Otak, seperti kehilangan konsentrasi hingga gampang lupa. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan oksigen yang mengalir ke otak. Akibatnya, sel-sel otak menjadi tidak berkembang bahkan tidak aktif hingga menciut dan akhirnya seseorang menjadi lemot.
4.  Mengalami Masalah Ginjal. Ginjal merupakan organ penting dalam tubuh yang memiliki fungsi untuk menyaring racun dalam darah dari hasil metabolisme sehingga darah akan menjadi bersih dan bisa didistribusikan ke seluruh tubuh. Karenanya, tubuh jangan sampai kekurangan cairan sebab jika hal itu terjadi, maka ginjal akan bekerja lebih keras dan akhirnya sisa kotoran akan menumpuk di ginjal karena tidak bisa dikeluarkan oleh sistem kemih dengan baik. Ketika urin yang dikeluarkan berwarna keruh, maka itu merupakan salah satu ciri bahwa tubuh sangat membutuhkan air sesegera mungkin.
5.  Terkena Infeksi Kandung Kemih. Kurang minum air putih dapat membuat seseorang terkena infeksi kandung kemih. Gejala-gejalanya bisa berupa meningkatnya suhu badan, tidak dapat menahan buang air kecil, nyeri saat buang air kecil dan nyeri tekan pada tulang kemaluan. Dengan minum air putih, maka bakteri akan mudah keluar dari saluran kemih dan resiko infeksi kandung kemih dapat berkurang.

Air memiliki peran penting untuk kelancaran sistem organ tubuh seperti :    mengatur suhu tubuh, membantu melarutkan mineral, membantu ginjal dan hati melarutkan sisa metabolisme, dan membawa oksigen serta nutrisi pada seluruh jaringan sel. Jadi jangan abaikan tubuh agar tak kekurangan asupan air. Selain sehat, kulit juga menjadi lebih cerah. Yuk biasakan minum air 8 gelas sehari.  


#ODOP
#OneDayOnePost
#Tulisanke23


Sabtu, 09 April 2016

On 12:31 by elsapuspita in    No comments
pic. by tharanaikata

Beberapa waktu lalu saya sudah merasa kurang enak dengan tubuh ini, terutama saat buang air kecil. Sebentar sebentar ke belakang tapi berasa nggak tuntas. Bulak balik terus sampai cape. Perut bagian bawah berasa penuh dengan air tapi nggak lancar keluar. Jadinya merasa ‘berat’.
Saat perjalanan pulang ke rumah saya curhat sama maylopelope :
“yah, udah 3 hari nih rasanya Bunda nggak enak banget kalau buang air kecil. Kayak udah pipis tapi di sini tuh berasa ga keluar semua,” kataku sambil menunjuk perut bagian bawah
“Periksa ke dokter atuh,”
“Justru itu, Yah. Bunda nggak mau ke dokter. Ayah antar Bunda ke Ustad saja ya, Yah?” pintaku. Maylopelope nggak bersuara.

***

Sampai rumah saya coba nge-chat Teteh via WA.
“Bu, Ustad besok ada di rumah ga ya?” tulisku di pesan WA.
“Kenapa?”
“Ini, Bu.... blablabla... saya ceritain keluhannya
“Ooohhh,,, ke dokter saja. Dulu juga Teteh pernah ngalamin kayak gitu. Periksa ke dokter.” Itu sarannya
“Ok deh kalo begitu,” tulisku tergugu
Malam itu tidurku gelisah. Bukan karena takut ke dokter tapi karena perutku seperti menyimpan bergalon-galon air. Wahhhh terlalu lebay ya??? Ahhh pokoknya sakit weh... 

***

Pagi, sekalian mengantar anak sekolah, akhirnya saya putuskan untuk ijin kerja dan minta maylope-lope antar ke dokter. Jam belum menunjukkan angka 8, loket pendaftaran pun belum dibuka tapi pasien sudah berjajar dan terus bertambah. Okey,,, harus sabar.
Beberapa saat kemudian loket dibuka. Dan saya mendapat antrian pertama sebagai pasien dokter Ag*st*n*. Tak lama kemudian saya dipanggil. Hati, perasaan dan pikiran dibuat enjoy. Saya tersenyum sambil menyapa wanita berbaju putih itu. Wanita yang saya yakin dokter itu memberi isyarat dengan tangannya mempersilahkan saya duduk.
 “Apa keluhannya, Bu?”
“Ini, Dok,,,” bla-bla-bla saya ceritakan keluhannya. Belum selesai, dokter kemudian menyuruh saya untuk periksa air seni. “Silahkan periksa di Lab”, perintahnya tegas. “Nanti kembali lagi ke sini.”
Klinik ini memang lengkap. Saya nggak perlu keluar untuk cek lab. Masih di gedung ini juga saya kemudian menuju lab. Cek urine.
Setelah menunggu kurang lebih 30-45 menit, akhirnya hasilnya keluar juga. Saya sempet ngintip hasilnya, tapi ya nggak ngerti, hasilnya itu apa??? Hihiiii... okey, nanti saya akan mendapatkan penjelasan dari dokter.  Langsunglah saya menuju ruangan dokter utnuk memberikan hasil cek lab.
Dokter membuka hasil report lab. Kemudian dengan lantang dia berkata (senada dengan hampir membentak) “Ibu mau kerjasama dengan saya, nggak?”
Jujur saja mendengar kata dengan nada seperti itu saya kaget. “Kerja sama untuk apa Dok?” tanyaku
“Iya, Ibu mau kerjasama dengan saya nggak?”
“Siap, dok.”
“Bener, nih?” tanyanya keras, mengetahui jawabanku seolah tak yakin.  Okey, terus terang saya bingung dengan dokter ini. Tentunya, saya akan mau bekerjasama dengan dokter, kan kepengen sehat.
“Kalau Ibu mau sehat ibu harus mau kerjasama dengan saya. Setiap pasien yang mau sehat harus kerjasama dengan dokternya kan.”
 “Iya, Dok saya siap bekerjasama. Memang hasil labnya kenapa ya, Dok?” tanyaku.
“Udah, Ibu banyak minum air putih. Ingat ya, air putih. Setiap 1 jam sekali minum satu gelas. Ga ada alasan lupa. Simpan dekat ibu satu gelas air putih. OK?” katanya meminta persetujuanku.
Sementara dipikiranku berputar keraguan,,, bagaimana harus banyak minum? Rasa-rasanya diperut ini saja rasanya air belum terkeluarkan.  Trus itu hasil labnya gimana? Penjelasannya...
“Ok, Dok,,, memang hasil labnya kenapa, Dok?” tanyaku  
“Ooooo ini sudah jelas, Ibu positif infeksi kandung kemih. Ibu kurang minum.” Saya mau mangap ketika dokter itu berseru, “Jangan bilang Ibu rutin minum. Bohong itu!”
“Apa bukan karena nahan pipis, Dok?” tanyaku penasaran, karena memang beberapa hari terakhir saya harus nahan-nahan b a k. Lagi diperjalanan, susah nyari toilet, atau Wc nya lagi dipake lah atau ketika lagi on air,,, tiba-tiba kebelet, ya diselesaiin dulu bahasannya baru bisa melenggang ke tandas.
“Nggak,,, bukan itu. Ibu kurang minum air putih. Lihat hasilnya air seni ibu keruh sekali,” jelasnya sementara matanya memperhatikan hasil lab.
“Kalau minum air teh boleh nggak, Dok?” tanyaku. Soalnya saya memang paling senang minum air teh, apalagi teh hangat agak-agak panas.
“Masih ngebantah juga. Minum air putih. Titik.” Serunya. “Okey, saya beri antibiotik untuk infeksinya. Habiskan ya...”
Walau sedikit upset dengan cara menjelaskannya, saya tetep bilang terima kasih untuk pelayanannya.

Pulang dari klinik langsung ke kantor dan bertugas lagi. Hari ini, gelas di meja selalu terisi penuh, agar tidak lupa minum air. Saya harus banyak minum air putih. Itu pesan ibu dokter. 


#ODOP
#OneDayOnePost
#Tulisanke22