Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Selasa, 15 April 2014

On 20:47 by elsapuspita in    No comments
Salah satu photo romantis. Ssssttt... ga boleh protes ;)

Me : Assalamu’alaykum... Yah,,,, jemput dong
Maylopelope : Ya, tunggu sebentar lagi ya...

Begitulah percakapan setiap sore, beberapa hari ini. Saya harus mengingatkan agar Maylopelope tak lupa menjemputku & anak-anak. Apalagi kalau Salma udah sedikit rewel untuk meminta pulang, dia pasti telpon berkali-kali.

Nah, Jumat sore, 11 April 2014, saya kedatangan tamu, Gielang Gumilang Setra. Itu lho yang suka design Acuk Lalaki. Bajunya keren-keren lohhh... (Boleh tengok di fb-nya klik z link-nya yaaa...). Kami (bersama Mita) menemani Gielang. Kami ngobrol panjang kali lebar kali tinggi, pokoknya berisi banget. Ngobrol sama Gielang memang selalu rame dan tak sebentar, karena banyakkkkkkk sekali cerita. Jika sebulan nggak ketemu maka dia akan bercerita selama sebulan perjalanannya itu. Nahhh bayangkan jika nggak bertemu sekitar 2-3 bulan, maka ceritanya sepanjang 2-3 bulan itu.... ya... gitulah... hahaahaaaa. Maka jika dia pamit, mulutku akan sedikit menyot  dan sakit gara-gara banyak ketawa😁😁

Jika biasanya sore-sore saya menelpon Maylopelope, karena ada tamu maka sore itu kebiasaan nelpon terlupakan. Salma juga cukup bersahabat saat itu, asyik dengan komputer sehingga ga rewel minta cepet pulang😊. Sedang menyimak cerita Gielang, tiba-tiba henponku berdering. Upsss, dari Maylopelope. Dia menanyakan keadaanku yang nampak ‘anteng’ karena lewat pukul 17 ga menghubunginya. Saya jelaskan kalau di studio kedatangan Gielang. Maylopelope juga mengenalnya, jadi dia paham saat saya jelaskan. “Oke... nanti Bunda telpon lagi ya,” saya mengakhiri.

Wowwww!!! Saya senang sekali hari ini! Saya ingat apa yang Mario Teguh katakan : Sesibuk apa pun dia, jika dia mencintaimu, dia akan menghubungimu, dan bilang: 'Hello my Love?!' Catat ya,,, saya ditelpon Maylopelope hanya karena saya ga telpon dia . 
Wahhhh... saya boleh ge-er dong..... Maylopelope kangen dan bener-bener sayang sama saya πŸ˜„πŸ˜„

Hari Sabtu, 12 April 2014, kegiatan ga terlalu ‘meriah’ dengan pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. Karena materi siaran untuk beberapa hari ke depan sudah saya siapkan, alhamdulillah jadi Sabtu bisa lebih santailah... πŸ˜‰
16:08 saya telepon Maylopelopemayeperiting dengan harapan bisa pulang lebih siang (biasanya pulang lewat Maghrib, bahkan pernah lewat Isya juga... ).
terjadilah percakapan yang romantis... ehemmmm
Me : Yah,,, ngga kangen sama Bunda nih??? (keingetan waktu kemarin ditelpon) jadi ini bisa dibilang sisa kege-eran kemarin sore πŸ˜‰

Karena jaringan yang tidak semulus jalan tol, saya harus dengan tebal muka mengulang pertanyaan, "Yah,,, ngga kangen sama Bunda nih???" Sementara di depan komputer, 2 ponakanku yang cantik, lucu dan imut, Farah & Hana senyum malu-maluin mendengarkan ke-alay-anku. ya... biarlah... sore ini saya mau sedikit lebay. Xixixiiii....
Saya sedikit berharap sisi romantisnya tergelitik. Di ujung henpon suaranya terdengar merdu, "apa?" tanyanya sedikit berteriak, nampaknya dia sedang mencari-cari suaraku yang timbul tenggelam terbawa angin sore πŸ˜‚....  Dengan hati dipenuhi bunga dari Kebun Mawar, saya bertanya untuk ke-3 kalinya (cekikik Hana mulai terdengar), "Yah,,, ngga kangen sama Bunda nih???"
My lope2 : Apa??? Memangnya kenapa gitu???
Haduhhhhh..... deuzzzzighhh....apa Maylopelope my eperiting ga inget gitu ini hari Sabtu? tapi ya sudahlah koment itu juga terdengar romantis, Say. wkwkwkkkk....
Terjadi sedikit perbincangan mengenai prosesi penjemputanku dari studio. Tampaknya Maylopelope harus sedikit lama  di bengkel. Ok, saya akan menunggu Maylopelope dengan senang hati😊 walaupun Sabtu ini tampaknya akan tidak ada acara khusus.

Saat akhirnya Maylopelope menjemput, saya dan Salma bergegas menuruni tangga. Di dalam mobil, Maylopelope bertanya jika saya akan mengunjungi suatu tempat sebelum pulang ke rumah (Romantis kan?) Bukannya lebay ya, bagi saya sih diajak jalan kemana juga tetap menyenangkan asal sama Maylopelope, bahkan hanya keliling-keliling muter-muter kota atau melewati jalan-jalan desa yang jarang dilalui... saya bisa nikmati. Jadi saya bilang terserah z, soalnya memang ga kepikir mau kemana. Maylopelope sedikit mengambil jalan yang tak biasa (ini juga romantis), menuju Pengkolan (kotanya Garut) jadi saya sedikit bisa nikmati ramainya kota di Sabtu malam. Lalu menuju rumah... haaahaaa tak apa.... alhamdulillah nyampe rumah dengan selamat. Di rumah sambil nonton TV, Maylopelope memijat-mijat punggungku (Romantis kan?). Hmmmm..... bayangan kursi pijat di Zona 2000 lewat deh.... πŸ˜†πŸ˜†

Sesuatu yang romantis, tidak melulu harus berbentuk satu buket bunga segar atau mengirim puisi cinta. Karena perlakuan yang santun dan perhatian kecil pun jika dilakukan dengan tulus bagiku adalah keromantisan yang indah. Thanks ya Maylopelope... 😚

Jumat, 11 April 2014

On 11:00 by elsapuspita in    No comments


Ini sebenarnya tulisan yang sudah lama, 29 September 2013.  Karena lupa juga kesibukan yang luar biasa (xixixiii...) akhirnya baru bisa diposting hari ini. Ga apalah..... yang penting hari ini saya bisa kembali menemui semua yang merindukan tulisan di blog-ku.... (Cieeee.... yakin bingits 😁) Yuks kita mulai kisah lalu di bulan September. Selamat menikmati kembali perjalanan di blog-kuπŸ˜‰
 Saya sangat suka dengan suasana pagi. Apalagi Minggu pagi dimana saya bisa jalan-jalan pagi bersama menghirup udara yang masih segar. Hmmmm..... rasa segarrrrrnya serasa membuat darah lancar menuju jantung. Tulang-tulang menjadi kuat dan kulit terasa cerah. Benar-benar membuat semangat menjalani aktifitas. Suwerrr saya suka sekali udara pagi apalagi hari Minggu. Soalnya hari-hari biasa ga sempat menikmati udara pagi dengan jalan-jalan pagi misalnya. Ya gimana sempat, kan harus mempersiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah. Jadi seringnya di rumah beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan pagi. Jadi jalan-jalan paginya ya,,,, sambil nganterin anak  πŸ˜
Kegiatan yang selalu saya nantikan dan tak ingin saya lewatkan di pagi hari adalah membuka kaca jendela lebar-lebar dan menghirup udara yang berhembus dingin dan segar, dalam-dalam. Subhanalloh....... rasanya ga pernah terbayang jika udara harus kita beli per milinya.... wahhhh... kita bisa-bisa bangkrut bahkan berutang pada sang Kholik. Begitu MahaPemurah Dia yang memberi kita udara yang segar ini. Bukan hanya itu, kehangatan mentari yang kita rasakan setiap pagi juga benar-benar sangat luar biasa. Coba lihat sinar mentari yang menggoyang embun di ujung daun, benar-benar membuat sejuk di hati nnyessss... rasanya. Untuk dua hal ini saja kita bisa malu dengan firmannya ...”nikmat manalagikah yang kau dustakan?”
Sudah sepatutnya kita memang bersyukur dengan nikmat sekecil apapun bahkan yang tanpa kita sadari sekalipun. Karena seperti hal yang biasa saja padahal sangat luar biasa. Kita bisa menghirup udara segar sepuas-puasnya bahkan udara yang penuh polusi pun kita masih hirup dan ternyata kita masih bisa beraktifitas karenanya. Coba bayangkan atau tengoklah di rumah sakit, ada orang-orang yang merasa sesak nafasnya sehingga memerlukan tabung oxygen untuk melancarkan pernafasannya dan itu harus dibayar beratus-ratus bahkan berjuta rupiah harus dirogoh dari koceknya. Ya, Allah masukanlah kami dari golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmatMU.
Nah, karena ini hari Minggu, maka saya akan pergunakan waktu pagi ini untuk berjalan-jalan. Sambil menyelam minum air, begitulah kira-kira. Agar tulang kuat, jalan kaki menyusuri jalanan yang tenang sepanjang Perum dan jalan Cimanuk/Jayaraga menjadi pilihan. Bukankah dengan jalan kaki, kita bisa terhindar dari osteoporosis? Selain itu juga bisa menikmati tenangnya pagi di Kota Dodol sambil menghirup udara yang masih segar, kan kendaraan yang lalu lalang juga tak sebanyak hari-hari biasanya. Good job!
Pagi di Pertigaaan Cimanuk-Jayaraga masih  lengang dari kendaraan
Pagi yang tenang di Jayaraga
Okey..... jalan santai, menghirup udara dalam-dalam dan nikmati aktifitas sepanjang jalan. Hey!!! Saya sangat suka ini... saya kegirangan. Ini luar biasa! Saya menikmatinya.....melihat jalan yang terbentang lurus, tanaman juga pepohonan yang tumbuh di halaman rumah, sempat juga melihat sepasang kupu-kupu yang terbang menikmati harumnya bunga-bunga yang mekar di pinggir jalan, Wow!! Saya juga mendengar kicau burung yang sudah hampir jarang ditemui lagi. Alhamdulillah, burung-burung itu masih ada walaupun saya yakin populasinya tak sebanyak dulu. Sekarang kan burungnya lebih banyak diberi sangkar dan diperjualbelikan. Keluar dari jalan Perum, langsung ke jalan utama yang sangat lebar. Kendaraan yang lalu lalang memang tak seramai hari kerja, tapi tetap saja cukup ramai. Untuk menyebrang jalan saja diperlukan waktu agak sedikit lama. Kendaraan yang tak terlalu padat ternyata membuat para pengendara agak sedikit ’bebas’ untuk mempercepat laju kendaraannya. Apalagi kendaraan roda dua yang dikendarai oleh anak muda. Malah ada yang suara knalpotnya bising bingits memekakkan telinga. OMG! Tidakkah mereka sadar, suara bising knalpot dan cara berkendara yang ugal-ugalan seperti itu bisa mengancam keselamatannya? Semoga Allah melindungi.

 Okey..... sejauh ini, jalan-jalan pagi ini benar-benar kunikmati... sejuk, segar dan menyenangkan. Setidaknya itu yang saya dapatkan. Hingga saat jalan pulang menuju rumah, saya lewati sisi jalan yang lain dan saya dikejutkan dengan bau yang sangat menyengat. UPSSS! Ternyata ada tumpukkan sampah dekat Pos Keamanan Perum yang tadi sempat luput dari penglihatanku. Saya benar-benar kecewa. Waduhhh! Seharusnya pagi yang indah ini tak terkotori oleh bau sampah. Memang dekat Pos Keamanan ada gerobak gede khusus untuk menampung sampah dari Perum. Dan saya sangat berharap sampah yang sudah banyak bertumpuk itu bisa diangkat setiap hari sehingga tidak penuh berluber sampai beterbangan dimana-mana. Bukan hanya gerobak sampah di Perumku saja, tapi juga sampah-sampah di jalan yang membuat jalanan tampak tidak indah.

Upppssssss! Pemandangan pagi yang tidak menyenangkan
Sampah! Ini salah satu penyebab bencana banjir. Bagaimana tidak? Jika sampah yang dibuang sembarang itu bukan hanya dibuang begitu saja oleh satu atau dua orang, tapi oleh banyak orang. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit sampai bisa menyumbat aliran air, sehingga saat hujan deras maka banjir tak terelakkan. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sangat sangat kurang. Kebiasaan membuang sampah sembarangan sudah membudaya. Tak ada rasa risih saat membuang sampah bukan pada tempatnya. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun kadang terlihat ‘lempeng’ saat membuang sampah begitu saja tanpa merasa bersalah. Yang miris, tempat sampah telah disediakan tetap bersih sementara sampah berserakan disekitarnya. Aneh kan???!!!??? Mengapa kita tak peduli dengan lingkungan kita?  Mengapa juga kita menyalahkan lingkungan juga kejadian alam jika terjadi bencana? Padahal sikap manusia sendiri yang membuat alam tak lagi ramah sama kita.Tampaknya ini hal kecil tapi bisa berakibat besar.
Coba kita pikirkan, kemudian rasakan. Bukankah dengan membuang sampah saja ada banyak hal yang akan kita dapatkan? Lingkungan yang bersih sehingga nyaman ditinggali, terbebas dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh sampah-sampah kotor. Menyenangkan bukan, tinggal di tempat yang bersih? Jadi kenapa tidak mulai dari sekarang kita perhatikan yang kecil ini agar tidak menimbulkan kerusakkan yang besar. Kenapa juga tidak kita mulai cintai alam lingkungan kita sehingga alam bersahabat dengan kita. So jangan tunggu lama-lama. Yuk kita mulai dari sekarang dari hal yang kecil dan mulai dari diri kita sendiri. Sekecil apapun peran kita dalam mencintai alam/lingkungan sekitar kita, akan sangat berarti besar.
Mulai sekarang, yuk kita buang sampah pada tempatnya!