Rabu, 12 September 2018
On 16:12 by elsapuspita in Lagu Bunda No comments
![]() |
| pic. by kapanlagi |
Boleh dengerin lagunya Minta Jodoh. Biar bisa nyanyi bareng saya sertakan liriknya. Yukkk mariii... sing a song...
Na..Na..Na..
Tuhan kalo dia memanglah jodohku
Dekatkanlah dia kepada diriku
Tapi kalo dia bukan untukku
Jodohkanlah dia buat diriku
Jika kami tak berjodoh
Maka jadikanlah kami.. Jodoh
Na..Na..Na..Ouuu...
Tuhan jika dia bukanlah jodohku
Jangan beri dia jodoh yang lainnya
Biarkan dia sama sepertiku
Tak berjodoh seperti yang ku mau
Bila dia t'lah sendiri
Maka jodohkanlah kami
Kalau dia jadi jodoh orang lain
Maka putuskanlah jodoh mereka
Jika tetap jadi jodoh orang lain
Biar orang itu main gila
Atau pertemukan orang lain itu
Dengan jodoh yang lain untuknya
Agar dia kembali
Menjadi jodohku selamanya
Na..Na..Na..Ouuu...
Tuhan jika dia bukanlah jodohku
Jangan beri dia jodoh yang lainnya
Biarkan dia sama sepertiku
Tak berjodoh seperti yang ku mau
Bila dia t'lah sendiri
Maka jodohkanlah kami
Kalau dia jadi jodoh orang lain
Maka putuskanlah jodoh mereka
Jika tetap jadi jodoh orang lain
Biar orang itu main gila
Atau pertemukan orang lain itu
Dengan jodoh yang lain untuknya
Agar dia kembali
Menjadi jodohku selamanya
Na..Na..Na..Ouuu...
Aku lelaki yang apa adanya
Romantis dalam bentuk berbeda
Cinta kan damaikan hati
Bukanlah kelamkan hati
Ouu...
Na..Na..Na..Ouuu...
Cinta kan damaikan hati
Bukanlah kelamkan hati
Na..Na..Na..Ouuu...
Selasa, 21 Agustus 2018
On 15:14 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
“Nih, anterin ke sekolah”, Maylopelope nyodorin kunci motor. Saya bengong
sesaat kemudian tertawa konyol. Masa iya sih tiba-tiba harus bawa ci bebeb
sendiri? Mana pernah saya mengendarainya di jalan raya. Belajar di lapangan
cuma puter-puter doang beberapa keliling sih iya.
Tapi lihat dari tatapan Maylopelope yang setajam silet aku sadar banget, ini nggak
main-main. Dalam hati sih masih berharap Maylopelope
nganterin anakku sekolah. Nggak kebayang aza kalau harus tiba-tiba nganterin sekolah
dalam waktu kurang dari 15 menit. Apa nggak bakal kesiangan nih?
Maylopelope
memberikan kunci motor itu dengan tegas ke tanganku. Dalam hati menjerit “Yaa
Allah... gimana ini?” Haruskah tantangan ini diterima? Sementara mayson udah teriak-teriak ngasih
semangat, lebih tepatnya memaksa karena takut kesiangan :D :D :D
Jadi catatan sejarah, Kamis-24 Juli 2017
Dengan ragu diambil juga itu kunci. Dengan hati dadiduuu nggak berkeru-keruan saya mulai masukin kunci kontak walaupun nggak tahu gimana menstarter ci bebeb ini. Uhuhuuuuu saya kan baru megang lagi ci bebeb ini,,, lupa lagi musti gimana. Ngegas z belum mantap gimanaaaa gitu... kadang pelan kadang ngegas nggak karu-karuan. Campur baur perasaan, kebayang tanjakan pas di gerbang keluar komplek. Aaaddduhhh bisa nggak yaaa??? Gimana ini teh?
Dengan ragu diambil juga itu kunci. Dengan hati dadiduuu nggak berkeru-keruan saya mulai masukin kunci kontak walaupun nggak tahu gimana menstarter ci bebeb ini. Uhuhuuuuu saya kan baru megang lagi ci bebeb ini,,, lupa lagi musti gimana. Ngegas z belum mantap gimanaaaa gitu... kadang pelan kadang ngegas nggak karu-karuan. Campur baur perasaan, kebayang tanjakan pas di gerbang keluar komplek. Aaaddduhhh bisa nggak yaaa??? Gimana ini teh?
Di atas ci bebeb sambil dibonceng, mayson ngasih tutorial cara-cara
mengendarai ci bebeb, ngarahin juga ngenalin properties dari mulai lampu sein,
klakson, rem depan, rem belakang juga kegunaan-kegunaannya, dlsb. Hahahaaaa...
saya jadi ketawa dalam hati juga kagum ternyata mayson lebih ngerti dari
Bundanya.
Selama perjalanan keadaan hati benar-benar
labil, nggak percaya, takut, dan berkeringat. Nggak putus-putusnya berdoa dan
istighfar. Kalau bisa jangan pernah ketemu dengan belokan kanan atau
persimpangan. Tapi nggak mungkin kan?
Selama perjalanan mayson banyak koment. Hati-hatilah, kalau mau belok kasih sein lah, gasnya yang stabillah, dan
banyak lagi,,, sampai akhirnya, alhamdulillah tiba di sekolahnya. Pas turun
dari motor saya mendengar jelas helaan nafasnya yang tampak lega. Sepertinya
saat dibonceng tadi Mayson
benar-benar tegang. Sementara saya tersenyum lebar sok pede... hahahaaa
Melanjutkan perjalanan ke Studio berasa ciut. Mengendarai
ci bebeb perlahan, tampak nggak pede karena ngggak ada Mayson yang ngasih
instruksi berasa alone. Berasa banget kalau berdua itu lebih baik walaupun
telinga rompal. Heheee...Hik hik hik pengen nangis, tapi masa sih ci bebeb
ditinggal di sekolah? Akhirnya bisa bernafas lega saat ci bebeb parkir di depan
studio. Ufffs,,, akhirnya.
Saat menaiki tangga kaki gemetaran minta ampun
hingga akhirnya tiba di lantai dua dan berkata “YESSS!!! EVANNN,,, AKU BISA!!!”
Teriakku kencang-kencang sambil memperlihatkan kunci motor. Evan yang lagi
siaran bengong dan akhirnya ikut tertawa
melihat saya yang melompat-lompat kegirangan. Hahahaaaa kalau inget saat itu
jadi geli sendiri... Setelah itu langsung SMS Maylopelope “Yah, Bunda udah nyampe Studio.” Saya yakin Maylopelope
bernafas lega setelah membaca message-nya.
Ini adalah hari pertama saya mengendarai ci
bebeb. Hati dan jantung empot-empotan, tangan kaku dan kaki sempat kram.
Komplikasi 😁😁😁
Malamnya, saat berkumpul berceritalah
pengalaman pertama bersama ci bebeb. Mayson
yang semangat cerita ke ayahnya. Sesekali saya timpali sih jangan sampai
kelihatan saya nggak berdaya banget 😂😂😂 kami ketawa-tawa membayangkan
kekonyolan-kekonyolan selama perjalanan tadi siang. Sementara maygirl terlihat
nggak percaya kalau bundanya bisa mengendarai motor. (Dia nggak tahu, karena
dia berangkat sekolah lebih dulu diantar maylopelope – *sekolahnya beda arah)
Minggu, 05 Agustus 2018
Sabtu, 04 Agustus 2018
On 12:01 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| (pic. by sehatki) |
Ya!
Cerita kemarin
Telah berhembus
seperti angin
Aku harap tak berbekas
atau
Menancap kuat di dinding
hati
Jangan sampai menoreh tulisan di
sudut rasa
Tak ingin itu,aku
Tapi tidak!
Sosok itu
Rasa itu muncul menjelma
mengusik lagi
Kulihat menyala walau
redup
Padahal nyata sudah kau
ikrar sumpah
Terganggu, sungguh!!!
Mencoba bersahabat dengan
untaian luka lalu
Kegamangan dan keresahan
yang menghantui
Ada rasa lain
Ada rasa beda
Jika tatap itu mengejekku
dan kata-kata menyurat arti seperti menyakitiku
Aahhh... kamu tak menjamah
hatiku
mengetahui tapi tak
berucap
Mengoyak indah siang
dengan panas lidahmu
Tetiba ingin kuundang
gerimis agar temani galau rasa yang ujug menekan
Senin, 02 April 2018
On 22:48 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan
minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya.
Dulu itu sering banget bikin bete. Lap harus disikat berkali-kali, dicuci
beberapa kali pula. Boros sabun boros air pula. Habis tenaga pula. Pegelll.
Biasanya lap yang penuh minyak itu setelah digunakan untuk membersihkan
cipratan minyak di dapur apalagi di kompor. Moment membersihkan dapur menjadi
sesuatu yang kurang menyenangkan.
Sebenarnya ga harus bete ya kalau kita harus membersihkan dapur.
Dan ga perlu bikin lap penuh minyak? Wahhhh... bisa gitu????? Bisa bangettt
Dulu, bagi saya membersihkan dapur itu bikin seungah. Malessss
banget. Bisa jadi, kompor berantakan dengan cipratan minyak bertahan
berhari-hari... bikin males masak. Xixiiiii
Sekarang sih kompor ga sering berantakan. Karena punya cara agar
dapur dan kompor ga berantakan karena cipratan minyak. Dan tidak membuat lap
berlumuran minyak. Sekarang mah kalau lihat dapur belepot minyak malah gatal
buat ngebersihinnya. Yuk kita mulai bersih-bersih dapur. Mudah banget tinggal
ambil tissue, nggak perlu banyak. Cukup satu lembar saja. Dan mulai bersihkan
kotoran minyak di kompor. Dengan satu lembar tissue kompor bisa kembali
kinclong. Begitu juga dengan keramik disekelilingnya. Hanya dengan satu lembar
tissue kotoran terutama cipratan-cipratan minyak itu dengan mudah dibersihkan.
Agar paripurna maka terakhir bisa kita kasih sentuhan akhir dengan lap. Nah,
lapnya jadi aman dari gelimang minyak karena minyaknya sudah terserap tissue tadi.
Ini buktinya.


Okey sekarang nggak ada alasan lagi
buat males bersihin dapur. Semangattttt!
Now, you can look your kitchen bright J
Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...





