Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Selasa, 29 Maret 2016

On 14:55 by elsapuspita in ,    6 comments
pic. by vavai


"Tuh kan pas ada kesempatan, pas saya harus segera on air. Dari tadi memang di depan komputer. ngecek medsos, nyari-nyari bahan,, surfing kemana-mana, buka gmail n akhirnya inget kalau saya punya blog... setumpuk ide sudah meracau sejak beberapa bulan lalu tapi ya itu lahhhhh... saya keteter waktu euy... mo nulis, anak minta makan, ke dapur dulu dong. Giliran mo lanjutin nulis lihat setrika setumpuk,,, beres nyetrika mata dah ngantuk. Hadeuhhhh.... gini amat ya nasib ... 😩 "

Itu tulisan saya dulu yang tertinggal di draft. Sudah lama bersarang, tapi tak pernah berkembang. Ya... iyaaa lah nggak bakalan kalau bukan kita yang mengembangkannya dengan menambahkan tulisannya. Tulisan di atas tadi menggambarkan betapa sulitnya saya membagi waktu saat itu. Keinginan besar tapi kesempatan seolah tak pernah mampir. Selalu saja ada halangan yang membuat waktu menulis tak pernah terjadi. Betapa susahnya "mencuri-curi" waktu untuk menulis. Dan keadaan itu yang membuat saya merasa permisif sekali. Andai tak bisa membuat tulisan tak apalah, toh kamu cape, toh kamu punya pekerjaan di rumah yang wajib kamu kerjakan, toh kamu juga banyak kerjaan di kantor, belum lagi nemenin anak-anak belajar, nyiapin keperluan mereka, nyiapin makannya juga, dlsb, dlsb,,,, kamu juga harus punya waktu buat santai dong,,, Dan banyak alasan yang lainnya yang menjadi pembenaran saat saya tak menulis.

Belum lagi alasan mandek, nggak ada ide. Padahal ide kan bisa dimana saja ya? Bang Syaiha bilang, kejadian sehari-hari saja bisa jadi ide tulisan, koq. Memang bener, Bang. tapi ide-ide itu akan terkalahkan dengan kata malas. ya,,, malas. Ini barangkali yang sangat tepat untuk keadaan saya waktu itu (sekarang juga masih ada,,, tapi kadarnya mulai berkurang-kurang. heeee...). Saya malas menuliskan setiap ide yang mampir. Sepertinya memang butuh buku catatan atau notes agar setiap ide yang terlintas langsung bisa terekam lewat tulisan.

Pensil kalau ujungnya sudah terlalu bulat, bagi saya agak kurang enak buat digunakan. Tulisan terlihat bengkak-bengkak, menulispun jadi tak bersemangat. Ibarat kata perlu menajamkan pensil, tak ada serutannya, ditambah nggak ada usaha buat nyari cutter keq atau menggunakan pisau dapur saja... hihiii... jadinya yaaa,,, tumpul gitu deh. Nahhh,,, begitu juga dengan ide menulis, kalau nggak diasah pasti selalu ada alasan dan kata "nggak ada ide" atau "otak lagi tumpul" menjadi teman yang setia.

Tampaknya memang harus ada perubahan yang saya lakukan. Setidaknya dimulai dengan 3M :

1. Mempunyai niat. Ya... Niat menulis agar bisa berbagi. Berbagi pengalaman, berbagi ilmu, dan berbagi kebaikan karena Allah. Ini penting, agar setiap tulisan kita bernilai ibadah :)

2. Mempunyai jadwal untuk menulis. Sooo,,, Menjadwal ulang kegiatan dengan memasukan waktu menulis adalah yang penting. Ini yang saya dapat dari teman-teman di ODOP. Jika membiasakan diri dengan kata "nanti jika ada waktu" maka bersiap saja kita akan sukses tak menuliskan apa pun. Jadi selalu sediakan waktu untuk menulis ya,,, :)

3. Mempunyai buku catatan/notes menjadi wajib untuk menulis ketika tiba-tiba ide mengalir. Apalagi jika menggunakan fasilitas di henpon masih agak kesulitan atau kurang kekinian (seperti saya... hihiii...). Jadi,,, jangan biarkan "moment ide" melenggang begitu saja.

Sebulan di ODOP kemarin, tentunya membawa dampak yang baik (alhamdulillah). Okey, ini hanya mengingatkan diri saja, agar cepat melakukan perubahan. Perubahan ke arah yang baik, bukan?


#ODOP
#OneDayOnePost
#Harike22
#Tulisanke21

6 komentar: