Kamis, 07 November 2013
On 16:25 by elsapuspita in Bunda's Poetry 2 comments
![]() |
| pic. by : yagakgitujuga |
Mengenangmu
sangat menyakitkan
Tapi tak
bisa kuhindari
Saat aku
kembali di tempat ini
Aku tahu aku
akan dapat melihatmu kembali
Aku bahagia
dapat melihat tawa lepasmu
Walau dari
jauh
Dengan gaun
putih itu kau sangat anggun
Kau memang
ramah dan semua orang pasti senang berada didekatmu
Kau sangat
memesona
Harusnya aku
yang berada disampingmu
Tapi...
bukan
Hanya karena
10 tahun lalu.....
Aku memang
sempat menghilang darimu
Meninggalkan
beribu tanda tanya
Bukan mauku
karena akupun tak ingin pergi
Tapi
kenyataan berkata lain
Aku harus
pergi membawa luka dan kesedihan
Hidup
menempaku untuk menjadi kuat dan sedikit kejam
Agar dapat
kusingkap misteri yang menyelubung
Karena aku
harus sanggup menjawab setiap tanya
Jadi aku harus
kuat dan tegar,
Tapi tidak ...
Saat
mengetahui bahwa kau telah bersamanya
Aku
meninggalkanmu terlalu lama
Menghembus keraguan
padamu
seakan aku
melupakanmu
padahal tak
sedikitpun aku alpa
aku hanya
menghilang sementara waktu
untuk
kembali meraih apa yang harus kudapatkan
Membawa
kebenaran yang tertutup jelaga
Seperti
buku-buku yang berderet di perpustakaan itu
Yang kini
berdebu karena tak terjamah
Jika aku
berada didepanmu sekarang
Tersenyum
sinis, itu bukan mauku
Aku hanya
ingin menyamarkan ketidakberdayaanku
Itu
tuntutanku pada diriku sendiri
Aku sangat
menyayangimu sekaligus sangat benci padamu
Karena aku
tak mampu melihat seseorang telah menggantikanku
Walau dia
adalah sahabatku sendiri
Yang kutahu
dia sangat menyayangimu
Aku tahu,
Tapi aku ..... arghhhh
Aku tak
sekuat yang kukira jika melihatnya didekatmu
Ingin
kulempar jauh catatan masa laluku
Agar bisa
kubuat cerita baru dari patahan-patahan hatiku
Menulisi
tentangmu dengan penuh kecintaan yang sangat
Melenyapkan
setiap kesedihan dan kepedihan
Tapi aku
bukanlah penguasa
Yang bisa
mengatur sekehendakku
Aku hanya
menjalani takdirku
Maafkan aku,
Tak bisa
kukendalikan diri
Menemuimu
dalam sunyi disetiap malam yang temaram
Seharusnya
tak kulakukan
Karena aku
pun merasakan apa arti pengkhianatan
Tak akan
pernah termaafkan
Maafkan aku
untuk kegalauan yang kau rasa disetiap getar-getar yang tak kau inginkan
Maafkan
untuk setiap saat yang membuat keraguanmu membumbung
Antara
keinginan dan kenyataan yang tak sama
Antara
kesenangan dan kegundahan yang menyarang
didada
mengingatmu...
didekatmu... bersamamu...
Membuatku
terpuruk
Tetap
menyakitkan
Karena aku
tak bisa milikimu sepenuhnya
Hanya bayang
yang sempurna
Bagai gelap
yang setia pada malam
Kehadiranku
di tengah kalian menjadi onak
Menikmati kebersamaan
yang tak ingin kuingat
Berlari, bersembunyi,
kemudian memikirkan cara yang indah untuk menemuimu
Ini
melelahkan...
Aku ingin
akhiri petualangan ini
Walau kita
akan sama terluka
Itu lebih
baik
Agar tak ada
lagi yang terluka, luka di atas luka
Sayangmu
padanya memang sudah seharusnya
Seharusnya
juga kau tutup celah untuk kehadiranku
Walau hati
terdalamku tak rela, begitu juga kamu
tapi Ini
bagian dari doamu bukan?
Aku hanya
akan jadi kenangan dalam bingkai yang tak sempurna
Sehingga tak
perlu kau pajang di sudut hatimu
Karena tak
akan indah dipandang
Juga tak
akan nyaman dirasa
Aku memang
seharusnya tak membayangimu
Dia memang
pantas untukmu
Penantiannya
selama 10 tahun membuktikan
Pengorbanannya
untukmu menandakan cintanya yang besar,
Bukan waktu
yang singkat bukan?
Untuknya,
aku akhirnya rela
Akhirnya kubiarkan diriku dengan angan lain
Menjawab jalan
hidup yang harus kulewati
Aku harus
pergi
Aku lega...
Karena
dengannya kulihat kabut itu tersapu dari wajahmu
Aku hanya
ingin melihatmu bahagia
Itu saja
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...

Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusYipiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii , seorang pria yang beradu takdir, menyambut nasib berlalu tanpa jejak untuk kasih. Memperoleh ujung dari kegalauan yg melandanya, heheheh.
BalasHapusJangan mampir ke Blog saya yaa, ingat jgan mampir ke www.mitapermat4.blogspot.com