Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Selasa, 21 Agustus 2018

On 15:14 by elsapuspita in    No comments

         “Nih, anterin ke sekolah”, Maylopelope nyodorin kunci motor. Saya bengong sesaat kemudian tertawa konyol. Masa iya sih tiba-tiba harus bawa ci bebeb sendiri? Mana pernah saya mengendarainya di jalan raya. Belajar di lapangan cuma puter-puter doang beberapa keliling sih iya.
Tapi lihat dari tatapan Maylopelope yang setajam silet aku sadar banget, ini nggak main-main. Dalam hati sih masih berharap Maylopelope nganterin anakku sekolah. Nggak kebayang aza kalau harus tiba-tiba nganterin sekolah dalam waktu kurang dari 15 menit. Apa nggak bakal  kesiangan nih?
Maylopelope memberikan kunci motor itu dengan tegas ke tanganku. Dalam hati menjerit “Yaa Allah... gimana ini?” Haruskah tantangan ini diterima? Sementara mayson udah teriak-teriak ngasih semangat, lebih tepatnya memaksa karena takut kesiangan :D :D :D
Jadi catatan sejarah, Kamis-24 Juli 2017
Dengan ragu diambil juga itu kunci. Dengan hati dadiduuu nggak berkeru-keruan saya mulai masukin kunci kontak walaupun nggak tahu gimana menstarter ci bebeb ini. Uhuhuuuuu saya kan baru megang lagi ci bebeb ini,,, lupa lagi musti gimana. Ngegas z belum mantap gimanaaaa gitu... kadang pelan kadang ngegas nggak karu-karuan. Campur baur perasaan, kebayang tanjakan pas di gerbang keluar komplek. Aaaddduhhh bisa nggak yaaa??? Gimana ini teh?
Di atas ci bebeb sambil dibonceng, mayson ngasih tutorial cara-cara mengendarai ci bebeb, ngarahin juga ngenalin properties dari mulai lampu sein, klakson, rem depan, rem belakang juga kegunaan-kegunaannya, dlsb. Hahahaaaa... saya jadi ketawa dalam hati juga kagum ternyata mayson lebih ngerti dari Bundanya.
Selama perjalanan keadaan hati benar-benar labil, nggak percaya, takut, dan berkeringat. Nggak putus-putusnya berdoa dan istighfar. Kalau bisa jangan pernah ketemu dengan belokan kanan atau persimpangan. Tapi nggak mungkin kan?
Selama perjalanan mayson banyak koment. Hati-hatilah, kalau mau belok kasih sein lah, gasnya yang stabillah, dan banyak lagi,,, sampai akhirnya, alhamdulillah tiba di sekolahnya. Pas turun dari motor saya mendengar jelas helaan nafasnya yang tampak lega. Sepertinya saat dibonceng tadi Mayson benar-benar tegang. Sementara saya tersenyum lebar sok pede... hahahaaa
Melanjutkan perjalanan ke Studio berasa ciut. Mengendarai ci bebeb perlahan, tampak nggak pede karena ngggak ada Mayson yang ngasih instruksi berasa alone. Berasa banget kalau berdua itu lebih baik walaupun telinga rompal. Heheee...Hik hik hik pengen nangis, tapi masa sih ci bebeb ditinggal di sekolah? Akhirnya bisa bernafas lega saat ci bebeb parkir di depan studio. Ufffs,,, akhirnya.
Saat menaiki tangga kaki gemetaran minta ampun hingga akhirnya tiba di lantai dua dan berkata “YESSS!!! EVANNN,,, AKU BISA!!!” Teriakku kencang-kencang sambil memperlihatkan kunci motor. Evan yang lagi siaran bengong  dan akhirnya ikut tertawa melihat saya yang melompat-lompat kegirangan. Hahahaaaa kalau inget saat itu jadi geli sendiri... Setelah itu langsung SMS Maylopelope “Yah, Bunda udah nyampe Studio.” Saya yakin Maylopelope bernafas lega setelah membaca message-nya.
Ini adalah hari pertama saya mengendarai ci bebeb. Hati dan jantung empot-empotan, tangan kaku dan kaki sempat kram. Komplikasi 😁😁😁
Malamnya, saat berkumpul berceritalah pengalaman pertama bersama ci bebeb. Mayson yang semangat cerita ke ayahnya. Sesekali saya timpali sih jangan sampai kelihatan saya nggak berdaya banget 😂😂😂 kami ketawa-tawa membayangkan kekonyolan-kekonyolan selama perjalanan tadi siang. Sementara maygirl terlihat nggak percaya kalau bundanya bisa mengendarai motor. (Dia nggak tahu, karena dia berangkat sekolah lebih dulu diantar maylopelope – *sekolahnya beda arah)



Minggu, 05 Agustus 2018

On 09:00 by elsapuspita in    No comments


pic. by tongkronganislami

Percaya aku

Engkau kan tahu raguku

Tentang ingin dan harapmu

Walau tak terucap dalam kata

Atau kau coba tutupi

Tidak dengan gerak dan sikapmu

Bahkan getar suaramu

Aku bisa rasakan

Amarah atau rasa yang coba kau sembunyikan tapi tak bisa

Karena cinta

muncul dalam lakumu

Sabtu, 04 Agustus 2018

On 12:01 by elsapuspita in    No comments
(pic. by sehatki)

Ya!
Cerita kemarin 
Telah berhembus seperti angin
Aku harap tak berbekas atau
Menancap kuat di dinding hati
Jangan sampai menoreh tulisan di sudut rasa
Tak ingin itu,aku

Tapi tidak! 
Sosok itu
Rasa itu muncul menjelma mengusik lagi
Kulihat menyala walau redup
Padahal nyata sudah kau ikrar sumpah
Terganggu, sungguh!!!

Mencoba bersahabat dengan untaian luka lalu
Kegamangan dan keresahan yang menghantui
Ada rasa lain
Ada rasa beda
Jika tatap itu mengejekku 
dan kata-kata menyurat arti seperti menyakitiku 

Aahhh... kamu tak menjamah hatiku
mengetahui tapi tak berucap
Mengoyak indah siang dengan panas lidahmu

Tetiba ingin kuundang gerimis agar temani galau rasa yang ujug menekan