Kamis, 31 Oktober 2013
On 07:32 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
Selain memasak saya juga suka sekali membuat kerajinan
tangan. Dulu saat masih kuliah saya dan kakak membuat pembatas buku, bentuknya
seperti boneka-boneka Jepang yang terbuat dari kertas-kertas warna + kertas
kado. Jika Ramadhan tiba maka kami sibuk membuat kartu-kartu ucapan Selamat
Idul Fitri juga dihiasi dengan boneka-boneka Jepang itu. Dari yang
biasa-biasa z, sampai kemudian berpikir untuk pakai variasi seperti pita dan
sisi kartunya kami buat bergerigi. Alhamdulillah dari menjual satu-dua akhirnya
ada yang pesen 20 buah kartu. Wahhh Fantastis! Dan ga nyangka juga ada yang
tertarik dengan karya kami. Jadi saat Lebaran kami mempunyai bekal untuk
membeli beberapa makanan untuk Mamah. Cooo
Cwettttt…
Ketika kakakku lulus kuliah dan
pulang kampung meneruskan usaha keluargaku, saya berpartner
dengan adikku yang baru masuk kuliah. Adikku yang satu ini mempunyai ketelitian,
kesabaran, dan imaginasi yang luar biasa saat membuat kerajinan. Dari pembatas
buku yang imut-imut (saya ingat waktu itu pembatas bukunya berbentuk love),
kartu ucapan, sampai membuat frame foto. Dan semua yang kami buat ada storinya.
Caiiilaaaa….
Pembatas buku kami buat
saat kakakku akan melepas masa lajangnya. Kami membuat pembatas buku dari
kertas-kertas warna dan kertas kado berbentuk love yang ditengahnya diberi
inisial nama kakakku dan calonnya, PF yang terbuat dari tali kur. Untuk membuat ratusan tanda terima kasih ini kami sampai begadang-gadang
bahkan sampai malam sebelum hari H. Pas hari H tiba kami dengan senangnya
memberikan tanda terima kasih itu pada tamu-tamu undangan yang hadir. Puas
sekali rasanya. Selesai pesta pernikahan kami “tumbang” kelelahan, ngantuk
berat dan zzzzzzzzzzzzzz......
Kami juga pernah membantu kakak kedua membuat penunjuk Al-Qur’an yang terbuat
dari besi dan manik-manik warna-warni. Bahkan penunjuk Al-Qur’an buatan kami
ini (karena kesibukan kakakku, akhirnya kami yang meneruskan membuatnya) sempat
masuk di salah satu toko kitab terbesar dikotaku. Ehmmmm boleh bangga dong
kami......
Nah saat saya melepas masa lajang penunjuk Al-Qur’an ini menjadi tanda terima
kasih untuk tamu-tamu undangan selain mini frame photo. Alhamdulillah..... bisa
memberikan sesuatu yang bermanfaat.
| Ini salah satu hasil karya "penunjuk Qur'an" yang masih ada di rumah |
Setelah menikah kegiatan “tangan” mulai berkurang yaaaa ga sesering waktu masih
lajang ya segala dicoba. Tapi saat adikku yang teliti, sabar dan punya daya
imaginasi yang tinggi ini akan melepas masa lajangnya, kami memikirkan sesuatu
yang akan kami buat untuk tanda terima kasih bagi para tamu undangan. Dipikir
kesana kemari, yang ini bukan yang itu bukan pula,,,,, akhirnya dengan
bahan-bahan yang ada di “kantong doraemon” kami, kami akhirnya memutuskan untuk
membuat tempat pensil, juga gantungan kunci dari manik-manik untuk tanda terima
kasihnya ditambah sisa mini frame photo. Bahan-bahan sekurangnya kami beli lalu
menyiapkan peralatan dan GOoooooo........ make it. Memotong dan menempel
adalah bagianku. Sedangkan adikku menghiasnya dengan aneka cat warna-warni.
Untuk gantungan kunci manik adikkulah yang paling bagus dan paling banyak (atau
bahkan semuanya ya....😃) membuatnya. Kami benar-benar menikmati saat-saat
membuatnya dan merasa bangga sekali bisa memberikan tanda terima kasih buatan
sendiri untuk para tamu undangan.
| Beberapa frame mini yang unyu-2 |
![]() |
| Beberapa hasil karya yang sempat kubuat disela-sela kesibukan |
Rabu, 30 Oktober 2013
On 12:13 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
Apa yang anda lakukan
jika mulai merasa bosan? Banyak jawabannya ya... Agar tidak terjebak rutinitas
yang membosankan memang sangat perlu
kita melakukan sesuatu yang beda dari biasanya. Misalnya : jika sehari-hari
kita butek dengan macam pekerjaan rumah tangga atau di tempat kerja, maka
bolehlah sekali-kali melakukan kegiatan lain buat senang-senang agar jiwa raga
kita kembali fresh.
Refreshing, tidak
harus selalu dengan keluar uang. Melakukan hal-hal disekeliling kita juga bisa
buat kita fresh. Jika refreshing harus keluar uang buanyakkk, jangan-jangan
bukannya fresh malah tambah stres ya... 😀
Apa yang bisa kita lakukan? Yuk kita
lihat...
- Kita bisa melakukan hobby yang sudah lama tak sempat dijamah.
Misalnya
: mendengarkan musik.
Saya
suka sekali mendengarkan lagu-lagu. kegiatan ini sudah lama hampir tak pernah
dinikmati lagi. Jadi ketika ada waktu luang maka saya sempatkan untuk memutar
lagu-lagu di flashdisk lewat music box milik anak. gpp,,, yang penting saat santai
(biasanya malam y...) saat hening saya bisa menikmati lagu-lagu tersebut dengan
gereget.
Bertanam/berkebun.
Saya agak kesulitan kalau tiap hari mengurusi tanaman-2 di depan rumah. Makanya
saya pilih tanaman yang ga terlalu ribet alias tidak memerlukan perhatian
khusus. Saya suka 'menikmati' tanaman-tanaman itu satu per satu api sehingga
saya merasa mata saya menjadi bening😊😊.
Memangkas daun-daun yang sudah kelihatan
menguning, menggemburkan kembali tanahnya atau membeli tanaman yang baru
menjadi kegiatan yang menyenangkan disela rutinitas.
Menggambar/mewarnai.
Sepertinya kegiatan yang sepele ya dan kekanak-kanakan, tapi ini seru lho... Saya
lakukan bersama anak-anak. Saya yang menggambar, anak-anak yang mewarnai, atau
masing-masing menggambar dan masing-2 mewarnai. Di rumah memang ada tersedia
pensil warna, crayon juga spidol warna-warni.
| Salah satu karya tanganku, kalender duduk |
Membuat kerajinan tangan.
membuat karya-karya baru dari bahan-bahan yang ada adalah kerinduan tersendiri.
Di rumah ada sisa-sisa kain, ada juga kardus-kardus, kaleng-kaleng bekas susu
juga manik-manik dan itu bisa jadi bahan untuk berkreasi. Ada beberapa karya
yang sudah kubuat, seperti : bros, pigura, celengan, atau wadah pensil semuanya
bisa dibuat dari bahan-bahan yang ada.
Pergi ke perpustakaan / Toko
buku. Membaca buku yang penuh inspirasi mengembalikan
semangat yang mulai loyo. Saya lebih suka mengajak anak-anak mampir ke toko
buku daripada ke mall, setidaknya mengenalkan mereka bahwa membaca itu sangat
penting.
Menulis.
Terkadang kita ingin mengungkapkan sesuatu dengan cara lain. Dengan menulis
semua yang dirasa, yang ada di dalam pikiran dan perasaan bisa tertuang dengan
cara yang indah lewat tulisan. Bisa bercerita atau membuat puisi adalah
kegiatan yang bisa mengasah 'keindahan diri'. Ini salah satu cara yang unik untuk
keluar dari rutinitas. Cobalah untuk menulis.
![]() |
| Bermain bersama anak |
Olah raga.
Karena kesibukan yang padat sehingga jarang kita dapat melakukan olah raga
rutin. tidak ke gym gpp. Nah bagaimana jika sekarang kita pergi ke lapang olah
raga. Hanya membayar tiket masuk yang tidak seberapa kita bisa mendapat manfaat
yang luar biasa. Selain tubuh menjadi sehat dan bugar, pikiran juga menjadi
lebih fresh. Bisa juga sekalian bermain bersama anak-anak.
![]() |
| Bertemu Uni Alaika sama Mitha pada suatu acara |
- Bertemu / berkunjung
ke rumah teman / saudara. Bertemu dengan teman atau saudara yang telah lama
tak jumpa memberi bumbu lain dalam rutinitas kita. Ada banyak hal yang kita
dapatkan, seperti : cerita, ilmu, dan kebersamaan yang akan membuat hidup lebih
bergairah. asal jangan menggosip ya... :)
-
Pergi ke suatu tempat yang pemandangannya indah.
Dulu Apak dan Mamah saya suka mengajak seluruh anggota keluarga ke perkebunan
teh Cikajang. naik mobil, bawa bekal n goooooo.... di sana kita bisa menghirup
udara yang segar. Lalu kita lari-lari sepanjang jalan, mengitari perkebunan
atau juga mendaki pegunungan teh. Wahhhhhhh..... rasanya segarrrr sekali. Setelah
cape, bekal dibuka dan kami bersama-sama menikmati masakan Mamah. Itu
menyenangkan dan menyegarkan.
![]() |
| Berdua Salma menikmati Minggu pagi di Alun-alun Kota |
-
Pergi ke tempat wisata yang dekat maupun yang jauh
tentu sesuai budget. Saya suka ajak keluarga ke tempat wisata dalam kota,
seperti Cipanas atau ke Situ Bagendit. Di Garut saja banyak tempat-2 wisata
yang belum dikunjungi anak-anak. bukan masalah tempatnya jauh atau dekat, atau
masalah ‘berkelas’ atau tidak tapi yang penting kebersamaannya. Bagi saya itu.
Nah, untuk
mengembalikan semangat atau me-‘refresh’kan
tubuh dan pikiran kita, mudah kan ?
Senin, 28 Oktober 2013
On 14:37 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by ladybird20 |
10 tahun berlalu...
Sejak kejadian itu,
aku tak pernah tahu
Dimana dirimu
Yang dulu sempat
memberiku asa
Kau hilang menyisakan
penantian yang panjang
Dulu saat pertama kali
kau datang dalam hidupku
Kau ubah duniaku
Kesuraman kau ganti
dengan keriangan
Kau hadirkan
pengharapan ditengah keputus-asaan
Kau singkirkan kemalasanku
dengan semangatmu
Kau berikan kedamaian
seperti memandang danau yang tenang
Kebaikanmu membuat aku
terpesona
Hingga kumampu
mengalahkan keegoanku
Aku dapat berdiri
tegak mengalahkan ketakutan yang sempat mencengkramku
Kaulah tempatku
bersandar hingga aku tersadar dari
mimpiku
Kau tempatku bercurah
segala keluh-kesah dan segala galauku
Kau tak pernah bosan
menyemangatiku saat aku kalah dan menyerah
Kau juga yang
memberiku keyakinan bahwa cinta akan selalu bersama
Tapi itu 10 tahun
lalu.....
Andai engkau tahu,
begitu aku mencintaimu... sangat dalam
aku hilang kendali
saat kau pergi entah kemana dan entah mengapa
aku tak tahu kemana kumencari
jejakmu yang tak terekam
laiknya tapak kaki yang
tersapu ombak, tak berbekas...
Aku menangis tak ingin
kamu pergi
10 tahun lalu ...
Ketika engkau
menghilang
Tak pernah berfikir
untuk menggantimu dengan yang lain
Tapi kini dia, dia
yang dekat dengamu dulu,,, bahkan sempat jadi bayang-bayangmu.
ada disampingku,
menemaniku melalui hari-hari tanpamu
Perhatiannya yang
kerap, membuatku luluh
Ternyata dia
menyukaiku sejak dulu, saat aku masih bersamamu
Seperti buku yang
berderet rapi diperpustakaan tempat sering kita bertemu
Sebegitu rapi dia
simpan rasanya untukku
Walaupun dia tahu aku
masih menantikanmu
Dia yakinkanku dengan
setangkup cinta yang tulus
Seperti roti dengan
selai strawberry... manis
Aku tak bisa mengelak
Kutahu tak mudah untuk
melupakanmu
Tapi dia teguh dengan
hatinya
Dia telah berharap dan
menantiku ..... sejak 10 tahun lalu
Aku tak ingin
mengecewakan ketulusannya.
Kusambut uluran
tangannya, perjanjian terucap di altar suci
Janji yang kusemat
untuk cinta yang kuharap berkembang
Aku ingin dia tahu aku
bisa mencintanya tanpa syarat
Maka kumulai
belajar...
Aku belajar
mencintainya, seperti mengeja huruf demi huruf
A b c i n t a...
sampai z
Sabar.... sabar
cintaku.... aku akan terus berusaha untukmu
Tak ada alasan untuk
membiarkanmu meraihku dengan lelah
Setelah penantianmu 10
tahun .......
Jika saja pertemuan itu
tak pernah terjadi
Aku melihatmu kembali,
sosok itu tak salah
Itu adalah dirimu
Walau terbungkus
penampilan yang beda
Aku masih bisa melihatmu
Hhhhhh... aku
menemukanmu kembali
Tapi mengapa kini?
Ketika aku telah
bersama dengan yang lain
Aku merasakan
keresahan yang dalam
Aku meyakini itu
adalah dirimu yang dulu
walau kepribadianmu tak
seramah dulu
Setiap berbincang
suaramu dalam dan menyiratkan keinginan
Seolah kau ingin melihatku
kalah
Tapi kenapa?
Padahal dulu kau
begitu ramah dan hangat
Apa karena catatan orangtua
kita yang kabur
seperti gulungan ombak
yang memecah pantai
Tak pernah dapat
menghancurkan kuatnya karang di tengah sana
Apa itu yang membuatmu
menjadi beku dan keras
Ataukah ada maksud
lain yang ingin kau tuang dalam ceritamu kini?
Kau tatap aku dalam...
sangat dalam
antara kerinduan dan
kebencian yang membelai seperti mabuk dendam
Kau ... jika saja tak
pernah kulihat kau genggam kalung pemberian itu
Aku tak akan yakin
jika itu adalah dirimu
Aku resah...
Ingin berteriak tak bersuara, aku hanya bisa terhenyak
Kenyataan ini terasa
sulit kuterima
Antara dia dan juga
kamu...
Perjalanan cintaku
ternyata belum usai
Aku berputar-putar
kembali rasa seperti kincir angin yang berputar keras
Kucoba untuk mencari
alasan agar dapat mengenangmu dalam tenang
Tapi tak pernah bisa.
Malah aku menjadi takut...
Takut perasaanku tersentuh
hingga memahamimu menjadi suatu keharusan
Dan aku juga takut
rasa cinta padanya hanya sebagai berhala
Penghormatanku untuk
rasa setianya menantiku selama 10 tahun.
Bahkan saat dia tahu
bahwa kau hadir kembali dalam hidupku
Dia tetap perlakukan
aku dengan santun, hingga aku merasa rikuh
Biar... biar kau selesaikan urusanmu
dengannya. Agar kau tenang
Begitu dia mengatakan
padaku dengan lembut saat tahu bahwa aku masih mengenangmu...
Aku ingin menangis dan
memeluknya tapi aku terpaku.... diam
Dia meraihku dan aku
merasa sangat berdosa
Menemukanmu kembali dalam
hidupku membuatku ragu
Dia.... dan kamu....
Dalam gulana, aku
berdoa
Banyak kulihat
kilatan-kilatan cerita lampau tentang kita
Tentang cinta,
kesenduan, keperihan dan luka
Mungkin benar, Tuhan
tengah mengajarkan padaku
Menyadarkan kekuatan cinta
Memberiku sebuah
kenyataan
DIA Sang Maha
Perencana Yang Baik
Aku yakini petunjukNYA
takkan menyalahi
Hingga sampai dititik
kegundahanku aku mampu menangkap cahaya kejujuran
Bagiku bertambah jelas
Keresahanku tentangmu
harusnya tak kudekap
Kedatanganmu hanya sebagai
penguji cintaku
Agar perasaanku
padanya bertambah kuat
Dia telah nyata menawarkan
hati yang bening
Harusnya kubuang rasa
ragu, segera setelah detik pertama bertemu denganmu
Harusnya kubuang cepat
semua kenang seperti daun kering yang jatuh bergugur
Saatnya kulupakan masa
lalu bersamamu
Biar menghilang tanpa
bekas
Ku yakinkan diri kemampuanku
bukan sekedar isapan
Ragu ini tak layak kupayang
pada cinta suci yang bening
Kesadaranku kuharap
tak terlambat, sebelum cintanya menyurut
Dia harus mengetahui
segera ..... aku mencintainya ... lebih banyak dari sebelumnya
Mengetahui
kehadirannya dalam hidupku seperti merasakan hangatnya terpaan sinar mentari
pagi
Menenangkan...
mendamaikan ... menyemangatkan
Bersamanya saat apapun
keadaanku membuat aku memahami
Aku wanita yang
dicintainya..........
Dan,
Dia pria yang aku
cintai merupakan ketetapan yang dipilihNYA
Aku yakin memang dia
yang Tuhan persembahkan untukku
Bukan kamu , bukan
yang lain
Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...





