Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Senin, 28 Oktober 2013

On 14:37 by elsapuspita in    No comments

pic. by ladybird20
10 tahun berlalu...
Sejak kejadian itu, aku tak pernah tahu
Dimana dirimu
Yang dulu sempat memberiku asa  
Kau hilang menyisakan penantian yang panjang

Dulu saat pertama kali kau datang dalam hidupku
Kau ubah duniaku
Kesuraman kau ganti dengan keriangan
Kau hadirkan pengharapan ditengah keputus-asaan
Kau singkirkan kemalasanku dengan semangatmu
Kau berikan kedamaian seperti memandang danau  yang tenang
Kebaikanmu membuat aku terpesona
Hingga kumampu mengalahkan keegoanku
Aku dapat berdiri tegak mengalahkan ketakutan yang sempat mencengkramku
Kaulah tempatku bersandar  hingga aku tersadar dari mimpiku
Kau tempatku bercurah segala keluh-kesah dan segala galauku
Kau tak pernah bosan menyemangatiku saat aku kalah dan menyerah
Kau juga yang memberiku keyakinan bahwa cinta akan selalu bersama
Tapi itu 10 tahun lalu.....

Andai engkau tahu, begitu aku mencintaimu... sangat dalam
aku hilang kendali saat kau pergi entah kemana dan entah mengapa
aku tak tahu kemana kumencari jejakmu yang tak terekam
laiknya tapak kaki yang tersapu ombak, tak berbekas...
Aku menangis tak ingin kamu pergi

10 tahun lalu ...
Ketika engkau menghilang
Tak pernah berfikir untuk menggantimu dengan yang lain
Tapi kini dia, dia yang dekat dengamu dulu,,, bahkan sempat jadi bayang-bayangmu.
ada disampingku, menemaniku melalui hari-hari tanpamu
Perhatiannya yang kerap, membuatku luluh
Ternyata dia menyukaiku sejak dulu, saat aku masih bersamamu
Seperti buku yang berderet rapi diperpustakaan tempat sering kita bertemu
Sebegitu rapi dia simpan rasanya untukku
Walaupun dia tahu aku masih menantikanmu
Dia yakinkanku dengan setangkup cinta yang tulus
Seperti roti dengan selai strawberry... manis

Aku tak bisa mengelak
Kutahu tak mudah untuk melupakanmu
Tapi dia teguh dengan hatinya
Dia telah berharap dan menantiku ..... sejak 10 tahun lalu
Aku tak ingin mengecewakan ketulusannya.
Kusambut uluran tangannya, perjanjian terucap di altar suci
Janji yang kusemat untuk cinta yang kuharap berkembang
Aku ingin dia tahu aku bisa mencintanya tanpa syarat
Maka kumulai belajar...
Aku belajar mencintainya, seperti mengeja huruf demi huruf
A b c i n t a... sampai z
Sabar.... sabar cintaku.... aku akan terus berusaha untukmu
Tak ada alasan untuk membiarkanmu meraihku dengan lelah
Setelah penantianmu 10 tahun .......

Jika saja pertemuan itu tak pernah terjadi
Aku melihatmu kembali, sosok itu tak salah
Itu adalah dirimu
Walau terbungkus penampilan yang beda
Aku masih bisa melihatmu   
Hhhhhh... aku menemukanmu kembali
Tapi mengapa kini?
Ketika aku telah bersama dengan yang lain
Aku merasakan keresahan yang dalam
Aku meyakini itu adalah dirimu yang dulu
walau kepribadianmu tak seramah dulu
Setiap berbincang suaramu dalam dan menyiratkan keinginan
Seolah kau ingin melihatku kalah
Tapi kenapa?
Padahal dulu kau begitu ramah dan hangat
Apa karena catatan orangtua kita yang kabur
seperti gulungan ombak yang memecah pantai
Tak pernah dapat menghancurkan kuatnya karang di tengah sana
Apa itu yang membuatmu menjadi beku dan keras
Ataukah ada maksud lain yang ingin kau tuang dalam ceritamu kini?
Kau tatap aku dalam...  sangat dalam
antara kerinduan dan kebencian yang membelai seperti mabuk dendam
Kau ... jika saja tak pernah kulihat kau genggam kalung pemberian itu
Aku tak akan yakin jika itu adalah dirimu

Aku resah...
Ingin berteriak  tak bersuara, aku hanya bisa terhenyak
Kenyataan ini terasa sulit kuterima
Antara dia dan juga kamu...
Perjalanan cintaku ternyata belum usai
Aku berputar-putar kembali rasa seperti kincir angin yang berputar keras
Kucoba untuk mencari alasan agar dapat mengenangmu dalam tenang
Tapi tak pernah bisa. Malah aku menjadi takut...
Takut perasaanku tersentuh hingga memahamimu menjadi suatu keharusan
Dan aku juga takut rasa cinta padanya hanya sebagai berhala
Penghormatanku untuk rasa setianya menantiku selama 10 tahun.
Bahkan saat dia tahu bahwa kau hadir kembali dalam hidupku
Dia tetap perlakukan aku dengan santun, hingga aku merasa rikuh
Biar... biar kau selesaikan urusanmu dengannya. Agar kau tenang
Begitu dia mengatakan padaku dengan lembut saat tahu bahwa aku masih mengenangmu...
Aku ingin menangis dan memeluknya tapi aku terpaku.... diam
Dia meraihku dan aku merasa sangat berdosa

Menemukanmu kembali dalam hidupku membuatku ragu
Dia.... dan kamu....

Dalam gulana, aku berdoa
Banyak kulihat kilatan-kilatan cerita lampau tentang kita
Tentang cinta, kesenduan, keperihan dan luka
Mungkin benar, Tuhan tengah mengajarkan padaku
Menyadarkan kekuatan cinta
Memberiku sebuah kenyataan

DIA Sang Maha Perencana Yang Baik
Aku yakini petunjukNYA takkan menyalahi
Hingga sampai dititik kegundahanku aku mampu menangkap cahaya kejujuran
Bagiku bertambah jelas
Keresahanku tentangmu harusnya tak kudekap
Kedatanganmu hanya sebagai penguji cintaku
Agar perasaanku padanya bertambah kuat
Dia telah nyata menawarkan hati yang bening
Harusnya kubuang rasa ragu, segera setelah detik pertama bertemu denganmu
Harusnya kubuang cepat semua kenang seperti daun kering yang jatuh bergugur
Saatnya kulupakan masa lalu bersamamu
Biar menghilang tanpa bekas

Ku yakinkan diri kemampuanku bukan sekedar isapan
Ragu ini tak layak kupayang pada cinta suci yang bening
Kesadaranku kuharap tak terlambat, sebelum cintanya menyurut
Dia harus mengetahui segera ..... aku mencintainya ... lebih banyak dari sebelumnya
Mengetahui kehadirannya dalam hidupku seperti merasakan hangatnya terpaan sinar mentari pagi 
Menenangkan... mendamaikan ... menyemangatkan
Bersamanya saat apapun keadaanku membuat aku memahami
Aku wanita yang dicintainya..........
Dan,
Dia pria yang aku cintai merupakan ketetapan yang dipilihNYA
Aku yakin memang dia yang Tuhan persembahkan untukku
Bukan kamu , bukan yang lain

0 komentar:

Posting Komentar