Jumat, 26 Desember 2014
Jas hujan adalah pakaian wajib yang harus selalu sedia untuk pengguna kendaraan roda dua. Apalagi di musim penghujan. Hampir tiap lepas dari jam 12 hujan turun dengan derasnya. Kalau lagi di rumah atau di kantor ga masalah ya, bisa berlindung dari derasnya hujan. Masalahnya kalau sedang di perjalanan atau harus melakukan perjalanan. Nah,,, ini dia yang perlu persiapan khusus.
Nah,,, masalahnya jas hujan yang ada saat itu hanya satu. Bentuknya baju jadi hanya bisa digunakan untuk satu orang saja. Sementara kami harus melakukan perjalanan ke luar, rencananya mau bertemu klien. Menunggu hujan reda, sepertinya bakal lama nih… bisa-bisa sampai sore. Tapi ga mungkin juga kalau menerobos hujan sementara saya ga pake jas hujan. Bisa-bisa kuyup bajuku. Lagian Mita pastinya ga tega dong kalo hanya dia yang pake jas hujan.
Saat memainkan henpon tiba-tiba si cantik Mita berseru “Teh, gimana kalau kita bikin jas hujan dari baligho? Kan banyak bekas-bekas tuh! “ katanya bersemangat. Wahhh!!! Ide bagus tuh. Memang itu juga yang kupikir, sementara aku masih berpikir bagaimana mewujudkan, teriakan Mita itu yang menghentikannya 😁 Akhirnya kami berembug, membuat kesepakatan, dan akhirnya memutuskan, cieeee… untuk membuat jas hujan dari banner yang tak terpakai…
Karena namanya juga bekas, pastinya ada ditempat yang jarang dijamah, alias sudah penuh dengan debu tuh. Jadi langkah awal, itu banner saya cuci dong, dilap kering. Lalu dilipat sama panjang dan minta bantuan kaka kesatu buat bikin lubang kepala dilipatan banner. Heiii… berhasil! Bagian samping kiri kanan saya lubangi pakai pembolong kertas. Buat talinya, saya inget, deket mushola sempet lihat tali rapia. Akhirnya dibantuin Mita untuk memasukan rapia ke lubang-lubang dan menyimpulkannya, jadilah jas hujan yang keren. Taranggggg!!!!....
Maul bilang, "raincoat recycling."
![]() |
| Minta tolong Mita buat photoin... hasilnya memang keren. Selain yang motonya keren, yang diphoto juga keren tambah lagi jas hujannya juga ga kalah keren. |
![]() |
| Lucunya saya dalam balutan jas hujan keren 😂😂 |
![]() | |||||||||||||||||||
| Mita bantuin pasang tali |
![]() |
| Yang bantu dan yang dibantuin tetep pengen narsis😉 |
![]() | ||||||||||
| Taaarrrrangggg!!! Just Hu Jane nya dah jadi 😁 |
Kamis, 18 Desember 2014
On 19:13 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
![]() |
| pic by pakethariilmiah |
Walaupun sudah di sapu masih ada beberapa semut yang berjalan-jalan santai. yaa sudah lah, yang penting ga gigit.
Maylope-lope seperti biasa membentangkan karpet lembut dan kasur palembang yang sudah lepek (memang itu satu-satunya yang kami punya. xixiiii.....) Dan dia mulai tiduran... Saya ikut tiduran di sampingnya yang mulai asyik nonton tv.
Sebenarnya saya pingin ngerubah kebiasaannya tidur di depan TV yang menyala. Gimana caranya? Ga kepikiran. Tapi, tiba-tiba kepikiran boleh dong saya narsis ;)
"Yah sepertinya malam ini harus tidur di kamar," kataku lurus.
"Hmm kenapa?" tanyanya juga lurus tanpa dosa.
"Lihat Yah... saking manisnya bunda, semut-semut saja langsung berebut gini. Takut digigit, Yah...."
"Tapi saking manisnya bunda, jangankan semut ya... ayah juga kan lengket sama bunda," lanjutku.
Nggak tahu juga koq tiba-tiba saya ngomong gitu ya????? Nyambung ga ya??? ... Tapi dengan begitu akhirnya Maylope-lope langsung pindah tidurnya ke kamar....
Saya ikut juga dong,,, kan ga mau dikerubutin semut. Xixixiiiii...
😁😁😁
Selasa, 16 Desember 2014
On 10:02 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by blogs.unpad |
Hufff...
Mengenal dan memahamimu tak pernah henti
Mengerti setiap lakumu juga terus kulakukan
Itu memang kujalani
Agar kuyakin bisa selaras, dirimu dan diriku
Sekian lama telah kita lalui
Mengenal dan memahamimu tak pernah henti
Mengerti setiap lakumu juga terus kulakukan
Itu memang kujalani
Agar kuyakin bisa selaras, dirimu dan diriku
Sekian lama telah kita lalui
Jika ternyata berasa ada kesenjangan
Tidak sesuai dengan yang telah kita pupuk
Ini jadi pertanyaan...
Apakah ini sesuatu yang harus kujalani?
Atau tanda untuk mulai memperhatikan diri sendiri?
Keinginanku tak kau hiraukan
Sementara tuntutan-tuntutanmu mengekangku
Dirimu begitu berkuasa atasku
...
...
...
Aku sadari, tapi aku tak bisa lepas
Semua ada dibenakku, dipikirku, dirasaku
Berkecamuk dan membombardir jantung pikirku
Aku sakit saat ta kau mengerti
Aku sakit saat ta kau peduli
Aku sakit saat kau batasi aku dengan caramu
Kamu ta mengerti aku atau tak mau mengerti?
Kamu ta pahami aku atau tak mau paham?
Hufff...
Aku harus tata lagi hati ini
Akan kukatakan, tidak denganmu juga tak dengannya
Nampaknya aku harus mengambil nafas dalam
Dalam sekali... hingga kukeluarkan perlahan
sambil melangkah ke depan
Agar tidak tertinggal
Menata masa depan yang telah dirancangNYA
Hufff...
Satu langkah aku terjatuh
Langkah kedua aku harus rentangkan tanganku
agar dapat berjalan seimbang
Langkah berikutnya kupijak perlahan dan pasti
satu demi satu pijakan
agar langkah selanjutnya aku yakin tapak kakiku ta lagi goyah
Hufff...
(Untukmu kawan,,, plis move on!)
Tidak sesuai dengan yang telah kita pupuk
Ini jadi pertanyaan...
Apakah ini sesuatu yang harus kujalani?
Atau tanda untuk mulai memperhatikan diri sendiri?
Keinginanku tak kau hiraukan
Sementara tuntutan-tuntutanmu mengekangku
Dirimu begitu berkuasa atasku
...
...
...
Aku sadari, tapi aku tak bisa lepas
Semua ada dibenakku, dipikirku, dirasaku
Berkecamuk dan membombardir jantung pikirku
Aku sakit saat ta kau mengerti
Aku sakit saat ta kau peduli
Aku sakit saat kau batasi aku dengan caramu
Kamu ta mengerti aku atau tak mau mengerti?
Kamu ta pahami aku atau tak mau paham?
Hufff...
Aku harus tata lagi hati ini
Akan kukatakan, tidak denganmu juga tak dengannya
Nampaknya aku harus mengambil nafas dalam
Dalam sekali... hingga kukeluarkan perlahan
sambil melangkah ke depan
Agar tidak tertinggal
Menata masa depan yang telah dirancangNYA
Hufff...
Satu langkah aku terjatuh
Langkah kedua aku harus rentangkan tanganku
agar dapat berjalan seimbang
Langkah berikutnya kupijak perlahan dan pasti
satu demi satu pijakan
agar langkah selanjutnya aku yakin tapak kakiku ta lagi goyah
Hufff...
(Untukmu kawan,,, plis move on!)
Sabtu, 06 Desember 2014
On 15:37 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
![]() |
| Gaya bareng soulmate |
Instruktur Drum LB, A Zion bilang sih mereka itu soulmate. Jadwal kursus aja diset agar bareng. Jadi kalau satu ga masuk, so yang satunya lagi jadi ikut mogok. Heeheee.....
Dan hari ini sudah tiba lagi di akhir pekan. Salma sudah tiba dari sekolah tapi Helmi kemana ya??? wahhh..... saya curiga, sepertinya lagi-lagi anakku janjian dengan ponakanku itu. Coba kita buktikan... 😄
Ternyata tepat dugaanku, seperti pembicaraan dengan adikku, Mamihnya Syauqi. Mereka memang telah membuat janji. entah Helmi yang pengen nginep di rumah Syauqi atau Syauqi yang pengen Helmi nginep di rumahnya. sepertinya susah dibedakan
😁😁😅
![]() |
| Sama Soulmate selalu happy |
Saat anak lelakiku datang dan mencium tanganku, saya memeluknya. Saya katakan padanya, "Mi,,, kalau Helmi nginep di rumah Syauqi nanti Bunda ga ada yang jagain..."
Dia langsung jawab, "Kan ada ayah!"
"Ayah kan lagi ke Bandung, Mi. Masa Bunda sendirian..." saya merajuk.
"Kan ada Teteh." Masih dalam pelukan dia berkata sambil menatap mataku.
"Iya... Teteh kan perempuan. Mustinya Aa yang jaga Bunda," aku masih tak mau kalah
Dengan lembut dia berkata, "Kan ada Allah, Bunda."
Jawabannya di luar dugaan.
Saya tersenyum... melepaskan pelukannya yang dengan segera dia berhambur menghampiri Syauqi.
Yaaaa Nak, Allah juga akan selalu menjagamu.
😊
Sabtu, 29 November 2014
On 09:35 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
![]() |
| pic. by popeyyee |
Pengennya... pengennya nih,,, maylope-lope bakalan nyamperin trus ngelihat atau meriksain mata gitu... pengennya.....
beberapa saat Maylope-lope koment, "Wah,,, kurang kali???," sambil mengedipkan mata, menggoda 😉
Saya balas deh godaannya (sambil sedikit curhat 😊 ), "Iya, kurang menatap ayah. Habis jarang ketemu ayah sih... sibuk z"
Ini saya sebut menyampaikan "keberatan"/ "keluhan" dengan cara manis romantis. 😁😄
Selasa, 18 November 2014
On 10:02 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by bungakaktus |
Kamu yang cantik,,, Kamu pikir tak mungkin, mengeja huruf satu persatu dan membuatannya menjadi sebuah cerita. Kamu bahkan tak pernah percaya jika itu bisa kamu lakukan.
Kenapa kamu tak percayai dirimu sendiri? padahal orang lain begitu berharap dan percaya padamu. Bahkan sampai membanggakanmu. Tidakkah kau sadari itu?
Heiii!!! kamu bisa! Kamu bisa lalui saat-saat menegangkan. Saat berpacu dengan waktu, berpacu dengan syarat dan ketentuan berlaku, berpacu dengan rasa lapar, berpacu dengan kewajibanmu yang lain. Kamu bisa lalui itu semua.
Kamu yang cantik,,, Kamu tahu, kamu mampu. Hanya kamu tidak menyadari. Karena kamu sudah pikir bahwa kamu tidak mampu. Jadi jangan pernah pikir sesuatu yang buruk tentangmu. Jalan selalu terbuka untuk orang-orang yang mau berusaha. Seperti kamu. Yaaa.... Kamu
Tidakkah kamu sadari? Disekelilingmu... Kamu punya orang-orang yang sayang, yang selalu memberimu semangat, dan memberimu tenaga bahkan sanggup memberimu nafas. Mereka yang siap memberimu dukungan dan siap menjadi sandaran saat kamu kalah. Saat kamu lelah.
Kamu yang cantik... jangan biarkan sinarmu redup. Kamu telah buktikan kemampuanmu. jika kamu belum berhasil menjadi juara, kamu tetap menjadi yang terbaik bagi orang-orang yang mencintaimu, disekelilingmu.
Kamu yang cantik... Jangan pernah menyerah. Ingatlah surat cintaNYA di QS. Ali Imraan : 139 "Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman"
Kamu yang cantik, kamu spesial.😊
Senin, 17 November 2014
On 17:33 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by ceritapedia |
seharusnya aku merasa lega
tapi tidak
karena diam-diam dia ada juga didekatmu
memainkan perasanku
juga perasaanmu
aku memang bukanlah milikmu satu-satunya
kamu masih punya mimpi
mimpi untuk sesuatu yang menyakitkan
tentang keinginan yang mungkin bisa kau jalani
atau mungkin juga akan menghancurkanmu
atau kau sedang lambungkan angan
yang makin membuatku terkenang
dengan sesuatu yang dengannya aku tak nyaman
jelas dan nyata
walau kau pungkiri saat itu
juga tak dia rasakan
tapi petunjuk hati jelas menyatakan
jika rangkaian yang kau ciptakan
hati-hati kau buat agar tak tersentuh
ternyata telah mengelusku pelahan
seperti sembilu menoreh hati
jika aku bisa rasakan apa yang kamu rasa
dan bisa kuraba hatimu
itu bukan karena aku lebih dari yang lain
tapi karena DIA berikan padaku perisai indah untuk hati ini
agar aku tidak kecewa
saat aku tahu
tak ada sesuatu yang sempurna bisa kumiliki
karena DIA adalah SangPemilik
hari ini aku sedih
cukup hari ini saja
“….Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Ilah selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal…….”
(QS. At-Taubah : 129)
Jumat, 31 Oktober 2014
On 15:50 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
Rabu
Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air #NgoPi
“Ngobrol Pagi”,
kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak Wahyudin, Humas PT. PLN (Persero)
Distribusi Jawa Barat Banten Area Garut. Wahhh... surprise! Pak Humas
menyampaikan maksudnya. Ternyata saya adalah satu diantara dua orang dari awak
media yang mendapatkan piagam penghargaan dari PLN. Sedianya akan disampaikan
hari Senin saat upacara peringatan Hari Listrik Nasional di Kantor PLN Area
Garut. Hanya sayang, saya ga bisa hadir saat itu. Kami sempat ngobrol beberapa
saat. Saat saya sedikit menyinggung tulisan di blogku, bapak sangat antusias
sekali dan bertanya apakah saya memenangkan lomba lagi? Saya hanya tersenyum. Saya
memang tidak menjadi salah satu pemenang blog PLN tapi mendapat piagam
penghargaan langsung dari PLN Area Garut, itu menjadi hadiah istimewa bagi
saya. Luar biasa!!!
![]() |
| walaupun ga jadi pemenang lomba blog PLN, Piagam Penghargaan ini merupakan hadiah yang luar biasa bagi saya. Terima kasih PLN Area Garut :) |
Benar luar biasanya! Banget!!! Saya tidak menyangka dengan
menulis di blog tentang PLN saya menjadi salah seorang yang mendapatkan piagam
penghargaan ini. Berprestasi di bidang
publikasi. Saya tak bisa ungkapkan lewat kata-kata.... saya sangat bahagia
sekali (ga lebay kan??? Heee...) saat itu juga, saya langsung kabari
maylope-lope.
Saya jadi ingat, 15 Oktober saya lihat ada lomba blog #Ideku
Untuk PLN saat berselancar di dumay.
Rasanya ga mungkin saya bisa ikut berpartisipasi nulis ikutan lomba ini.
Deadlinenya 17 Oktober. Waktu yang menurut saya, pesimis banget buat bisa bikin
tulisan. Jadi nggak ngarep bisa ikut ini lomba.
16
Oktober, Mita malah nginbox alamat buat ikutan lomba PLN itu. Owhhh...
diingatkan lagi. Tapi tetep bilang rasanya ga mungkin bisa ikutan nih lomba.
Saya memang suka menulis. Tapi yaaa.... itu saya ga bisa nulis sesuatu dalam
waktu sekejap. Nulis satu cerita z bisa berhari-hari bahkan berbulan-bulan.
Lagian tulisanku bukan berupa artikel atau hal-hal yang bener-bener formal,
gitu. Seperti ini z, tulisanku itu yaaaa kayak gini.... jadi kalau ada lomba-lomba
yaaaa seperti inilah gaya penulisanku. Nah apalagi ini harus nulis dan harus
setor tulisan besok hari? Ga kebayang deh. !#?!?!#@%^
Tapi,
siang hari saat saya & Mita bertemu Pak Humas,
saya mendapatkan suntikan semangat yang luar biasa. Saat saya bercerita tentang
lomba blog PLN, beliau antusias sekali mendukung saya. Sampai beliau memberikan
masukan-masukan juga memberi bahan klipingan untuk materi tulisanku. Pak Humas bilang saya
pasti bisa. Melihat semangat Pak Humas, juga dukungan dari Mita, saya jadi
termotivasi. Jadi malam harinya saya langsung nyari ‘moment’ yang pas untuk
menulis juga mencari-cari ide untuk tulisanku. Tapi bener-bener blank. “yaaa
sudah lah... besok saya bikin tulisannya trus besoknya lagi langsung kirim
deh”.
Paginya,
Mita nanyain, “Tulisannya sudah jadi Teh?” enteng dong saya jawab,
“tenangggg,,, hari ini saya bikin besok langsung dikirim”. Mita berseru,
“Tetehhhhh,
ini kan tanggal 17!!!”
![]() |
| Langsung diabadikan. Klik! Sayang... Pak Humas sudah tidak ditempat. Jadi nggak photo bareng deh 😔 |
OMG! Kesetrum listrik deh saya..... kenapa bisa lupa begitu? KONYOL begete. Akhirnya seharian itu saya konsen dengan nulis buat PLN. Saya sangat bersyukur sekali, Alloh menuntut jari jemari ini menuangkan apa yang ada dalam pikiranku walaupun sempet mentok saat nyari judul buat tulisanku itu. Eaaaalahhhhh....
![]() |
| Trims ya... buat semuanya.... 😉 |
![]() |
| Coment dari teman-teman menjadi motivasi tersendiri bagi saya |
Alhamdulillah
tulisanku jadi juga. So hari itu juga langsung posting dan memenuhi semua persyaratan
lomba. Jadi ingat, setahun lalu memang saya pernah juga ikut lomba blog PLN. Tulisan
itu ga jadi dalam sehari, tapi memang termasuk tulisan dengan ide yang lancar.
Xixixiiii... maklum adanya deadline jadi memacu, sehingga mau ga mau setiap
hari menyempatkan diri menulis kemudian melanjutkan menulis,,, terus membaca
lagi tulisan,,, mengeditnya,,,, membaca lagi. Sampai akhirnya yakin untuk diposting
di blog.
Hari
Jumat adalah saat diumumkannya pemenang. Hari itu lewat karena kesibukan kami
mencari dan membungkus kado hadiah pernikahan si cantik Mita. Hari Sabtu,
apalagi..... hari istimewa bagi sahabatku Mita membuat kami jadi sibuk. Habis
dari nikahan Mita, saya n keluarga langsung brangkat ke Padalarang jemput paman
& bibi trussss... go to Cianjur. Acara padat banget tuh, jadi boro-boro
inget buat mampir di dumay, buat ngintip z ga sempet. Nah hari Minggu saat
perjalanan ke Bogor di mobil baru bisa pinjem hapewnya maylope-lope buat
ngintip itu pengumuman pemenang lomba
blog. Saya tidak termasuk didalamnya. Ga apa-apa... saya tetap bangga.
Karena prestasi saya adalah dapat menulis dalam waktu yang singkat itu sangat
luar biasa.
Luar biasa lagi.... ya itu tadi. Saat Pak Humas
memberikan Piagam Penghargaan itu. Ini menjadi spirit tersendiri bagiku. 31
Oktober ini adalah hari terakhirnya menjabat sebagai Humas PLN Area Garut. Pak
Humas sudah memasuki masa pensiun. "Walaupun tak bekerja lagi di PLN tetap jalin
silaturahim, ya Neng... “ begitu pesan Pak Humas.
Terima kasih, pak untuk pengabdiannya selama di Kota
Garut. InsyaAlloh berkah dan rahmatNYA selalu menaungi Bapak dan keluarga.
![]() |
| Coment dari teman-teman selalu jadi semangat |
![]() |
| saking senengnya, posting dimana-mana |
![]() |
| Potongan comment dari teman |
![]() |
| potongan comment dari teman |
(Sebenarnya ikut lomba
nulis itu, salah satu cara agar saya menulis. Tepatnya melatih menulis. Melatih
menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Sebenarnya sih melatih nulis cerita.
Haaahahaaaa... sekalinya nulis agak formal sampe sekarang belum jadi-jadi
juga.... 😁 ga apa lah... tulisan yang formal itu entah kapan akan selesai.
Tapi saya akan tetap mencoba sampai tulisan itu selesai dan bisa diposting ke
blog-ku. Doain ya..... Ayooo... Elsa SEMANGAT!!!)
Senin, 20 Oktober 2014
On 16:11 by elsapuspita in Resep Bunda No comments
Jumat petang
(10/10/14) si sulung bertanya “Bunda punya kentang ga?
“Ada. Buat
apa?” tanyaku
“Besok pagi
teteh mau buat kentang goreng buat sarapan”.
“oooowhhhh...
boleh. Itu... “ kataku sambil menunjuk kentang berbungkus plastik yang tergeletak
di dapur. Ada binar gembira di matanya.
“Bunda
tepungnya ada ga?”
“Ada di
kulkas”
Dia segera
membuka kulkas dan mencari-cari tepung serbaguna. Setelah memastikan ada, dia
menutupnya.
![]() |
| kentang yang sudah dilumuri tepung |
![]() |
| Kentangnya digoreng dulu sampai berwarna kecoklatan |
![]() |
| Tiriskan..... |
Sabtu pagi,
setelah subuh,si sulung langsung menuju dapur, mengupas kentang dan
memotongnya memanjang. Sementara saya sibuk beres-beres rumah seperti biasa. Setelah
dipotong-potong kentangnya dibersihkannya, lalu diberi garam. Disimpan beberapa
saat sambil ia mempersiapkan tepung serbaguna untuk lumuran kentang. Tepung
dimasukannya kedalam mangkuk besar ditambah sedikit tepung terigu. Ditambahnya
air kemudian dimasukannya kentang. Dia ucek-ucek sampai semua kentang terlumuri
tepung.Kemudian ia
panaskan minyak. Dan digorenglah kentang
yang telah berlumur tepung.
Saya sesekali menengok ke dapur. Mengingatkanya agar
ia tak lupa pake celemek juga hati-hati agar tak terciprat minyak. Sedikit bantu-bantu juga (padahal sebenarnya, saya
ngintip resep anakku ini, soalnya belakangan ini dia suka papasakan sama
teman-temannya. Sekalian cari tahu juga sih masakan yang suka dia bikin sama temen-temennya itu 😊 ...)
Setelah
berwarna kecoklatan, ia angkat kentang itu dan ditiriskannya.
Taranggggg!!!!
Sudah jadi.....
![]() |
| Tarangggg!!! "Kentang Goreng Ali Baba" siap disantap |
Saya jadi ga
sabar untuk mencicipi.... Hmmmmm sambil ngepel comot dulu ahk satu ....
Rasanya luar
biasa....
Pagi itu
sarapan terspesial yang saya makan. Masakan buatan anakku... super nikmat
pastinya. Tinggal colek sambal sausnya hmmmm yummyyyy...
Anakku luar
biasa!!! Sudah pinter masak.
Sarapan pagi
kali itu saya namakan Kentang Goreng Ali Baba. 😁
Boleh
dicoba......
Jumat, 17 Oktober 2014
16 Oktober
2014
Rutinitas
pagi bersama Mita, saya memandu sebuah program #NgoPi 07-10Pagi di Radio
Inspirasi Hati Rugeri 93.4 FM. “NgoPi” itu Ngobrol Pagi. Disela obrolan si
cantik Mita mengirimku pesan lewat FB, orang suka bilang inbox-an. ada lomba blog "IdeKU Untuk PLN" begitulah kira-kira isinya.
Wahhh,,,
jadi keingetan lagi deh, kemarin sore saya memang sempat nengok blogdetik dan
sempat menangkap tulisan tersebut. Hanya sayang jaringan nampaknya lagi kurang
bersahabat sehingga saya tidak terlalu ngeh. Dan pagi ini yang cantik
mengingatkanku kembali. Segeralah saya klik dan mulai melihat syarat dan
ketentuan. Agak kecut juga sih ternyata batas waktu pengiriman tinggal satu
hari lagi. Wahhh... bisa ga ya saya dapat ide dalam waktu mepet begini?
Nampaknya saya harus rela melepaskan kesempatan bagus ini.
Planning
hari ini adalah setelah selesai on air, saya dan Mita akan berkunjung ke PLN
Area Garut untuk bertemu dengan Pak Wahyudin, Humas PLN Area Garut. Selain ada
yang harus disampaikan dari kantor, juga mengantar surat khusus, eitssss...
jangan pikir macam-macam ya... surat khusus ini berupa undangan pernikahan. :)
Nah,
akhirnya kami bertemu dengan Pak Humas. Senyumnya mengembang saat mendapati
kami dalam pandangannya. Kami mulai berbincang. Saya menyerahkan surat dari
kantor + undangan Mita. Pak Humas sangat senang sekali mendengar kabar
pernikahan itu. Sesaat Pak Humas mendoakan calon pengantin. Kami aminkan doa
yang baik itu. Kemudian kami mendapat ilmu tentang keluarga sakinah mawaddah
warohmah. (terima kasih Pak, ilmunya sangat bermanfaat sekali bagi saya juga
calon pengantin. Heeee... ). Suasananya akrab itu yang saya suka dari Pak Humas
ini. Lepas itu kami diperkenalkan dengan Bapak Epi, Supervisori Administrasi
& Umum.
Pas
mau pamit, tiba-tiba saya lihat di dinding sebelah kanan kami ada tulisan “Hari
Listrik Nasional”. Pikiran saya langsung melayang pada satu segment NgoPi
#Hari_Ini_Dalam_Sejarah. Kebetulan saya juga editor materi untuk segment itu.
Pernah saya lihat di file mengenai hari listrik nasional ini. Meluncurlah
percakapan tentang HLN ini. Dan entah darimana juga tiba-tiba meluncurlah dari
mulutku cerita soal lomba blog ini. Saya bilang “... sayang, Pak. Besok hari
terakhir... “
Pak
Humas memberi saya semangat, “Ayo Neng ikutan. Pasti, Eneng mah bisa...”
Heiiii!!!
lihat wajahnya yang sumringah saya jadi termotivasi. Apalagi Pak Humas memberi
masukan, bercerita banyak tentang listrik yang seringkali byar pet. “Apalagi
sekarang musim layangan, Neng. Pakai benang kawat itu yang bahaya.....”, Pak Humas menjelaskan. Pak
Humas juga memberikan materi-materi yang berhubungan dengan layangan benang
kawat itu. Mendengar penuturan Pak Humas, saya jadi mulai berfikir apa ya ide
bagus untuk PLN-ku di Hari Listrik Nasional ini.....?
![]() |
| Pas mau pulang sempet cerita-cerita soal layang-layang |
![]() |
Malam hari pikiran mulai melayang-layang. Aduhhhh, masa harus nyerah sih! 😔
Selasa,
30 September 2014. Sore itu walaupun sudah tiba waktu pulang, saya dan Mita
masih berada di kantor. Kebetulan ada tamu yang berkunjung ke kantor, GielangGumilang Setra, Desainer Acuk Lalaki. Kami ngobrol banyak. Seru mendengar
cerita-ceritanya yang luar biasa... ketika tiba-tiba pret! Mati lampu. Hadeuhhhhh..... mana hpku baru saja
di-charge. Bagaimana mungkin bisa segera dinyalakan. Tiba-tiba HP si cantik
Mita berdering kemudian terjadilah percakapan
beberapa saat. Kemudian Mita menyampaikan pesan dari penelpon tadi yang
ternyata tak lain adalah Pak Humas PLN Area Garut. Katanya Pak Humas tadi telp saya. karena hapenya ga nyambung jadi hubungi Neng Puti, begitu pak Humas manggil Mita 😉 Mati lampu
kali ini bisa jadi akan sangat lama, begitu katanya. Akibat pemain
layang-layang yang menggunakan benang kawat sehingga mengakibatkan putusnya 2
penyulang listrik, yaitu penyulang Suci dan Cilawu. Apalagi putusnya penyulang
Cilawu sangat parah. Sehingga akan memerlukan waktu yang lama untuk
memperbaikinya. Dan hal ini membuat sebagian wilayah Kota Garut mengalami mati lampu.😔
![]() |
| Ini potongan inbox dari Mita |
![]() |
| Ini potongan inbox dari Mita |
![]() |
| Ini potongan inbox dari Mita |
Selepas
Maghrib, saya, Mita dan juga Gielang meninggalkan kantor. Sementara Mita dan
Gielang lebih dulu menuju “Mocin” Mita, saya bertemu dengan pak Asep-Vertikal
dan Pak Dadang dari Intan Foto Copy. Mereka tengah bercakap dan mengeluh dengan
yang mereka sebut pemadaman listrik. Saya yang tahu masalahnya menjelaskan dong
kalau itu bukan pemadaman listrik tapi mati lampu akibat ulah layang-layang benang kawat yang
menyebabkan 2 penyulang listrik rusak. Saya
jelaskan juga kalau mati lampu kali ini akan sedikit lama karena memerlukan waktu yang untuk perbaikan. Sembari saya ajakin
bapak-bapak itu untuk turut berpartisipasi menghimbau anak-anak yang suka main
layangan agar tidak menggunakan benang kawat. Xixixiii... serasa petugas PLN deh heheee...😁
Sepanjang
perjalanan gelap gulita. Bisa jadi karena gelap, saya yang sudah tiba di rumah
harus kembali lagi ke kantor karena ternyata kunci rumah tertinggal di laci
meja
(hadeuhhh..... #tepokjidat) .😁Mita yang mengantarku dengan mobil
cintanya berhati-hati mengendarai mocinnya. Kali ini dia ga lupa menyalakan
lampu mobilnya 😉. Jadi hari ini, 30 September adalah pengalaman yang seru. Mengendarai mocin dalam gelap gulita .😁
Padam
listrik atau
mati lampu gara-gara layangan. Ini
memang bukan kejadian pertama kalinya. PLN melalui Pak Humas memang sudah menghimbau berkali-kali. Tapi ternyata
pecinta layang-layang itu begitu gemarnya menggunakan benang kawat. Padahal itu
sangat membahayakan bukan saja dirinya tapi juga orang lain. Bahkan kerugian
bukan hanya ditanggung sendiri tapi juga oleh masyarakat. Apatah lagi
dengan kerugian yang dialami oleh PLN yang ternyata sampai puluhan milyar.
Humas PLN Area Garut mengatakan, “Hampir 80% gangguan listrik di Garut ini
diakibatkan oleh kawat layang-layang. Dan akibat layang-layang ini PLN rugi hingga 14 milyar
rupiah” (PR). Memang, saat bertemu di Gedung PLN Area Garut,
Pak Humas juga bercerita jika hanya di Garut saja ada kejadian mati lampu gara-gara kawat layang-layang. MasyaAlloh.
Soal
benang kawat layang-layang ini, PLN bersama Satpol PP pernah melakukan razia yang dilakukan di 4 kecamatan rawan penggunaan tali
kawat, yakni di Kecamatan Garut Kota, Tarogong Kidul, Tarogong Kaler dan
Karangpawitan ternyata belum bisa maksimal. Terlebih lagi masyarakat yang
ternyata kurang pengetahuan tentang bahayanya menggunakan benang kawat pada
layangan. Padahal yang harus sangat disadari adalah selain dapat menimbulkan
gangguan listrik, juga bisa membahayakan keselamatan jiwa penggunanya sendiri.
Saya jadi ingat, saat makan mie baso RC di Jl. Copong, Ibu Hj. Herni (pemilik RC)
bercerita. Beberapa waktu lalu di daerahnya itu pernah terjadi mati lampu yang
dikiranya pemadaman listrik oleh PLN. Ternyata bukan. Mati lampu itu terjadi
karena ada pemuda yang bermain layangan menggunakan benang kawat tersengat
listrik. Dan pemuda tersebut pada akhirnya meninggal dunia. Mudah-mudahan tidak
ada lagi kejadian serupa.
Bermain layangan memang masih sangat populer sampai saat
ini. Saya saja yang bukan penggemar layangan sangat menikmati pemandangan
langit yang berhias layang-layang. Rasanya meriah dan menyenangkan bisa melihat
layang-layang itu berlari kesana kemari ditiup angin. Apalagi pecinta layangan,
saya yakin, biarpun terik matahari memanggang kulit, sangat senang jika bisa
menerbangkan layang-layang. Apalagi bisa sampai mendapat / menggaet layangan
orang lain. Nah,,, karena banyak diantara pemain layangan ini anak-anak pelajar
atau anak-anak remaja, maka ada baiknya PLN juga melakukan sosialisasi ke
sekolah-sekolah. Mulai dari Sekolah dasar, Menengah Pertama sampai Menengah
Atas.
Pada pelajar tingkat SMP atau SMA bisa dijelaskan
bahayanya menggunakan benang kawat pada layangan. Mengajak mereka untuk peduli
dengan aset negara sehingga tidak merugikan negara ataupun masyarakat. Kalau
untuk tingkat SD, misalnya bisa dengan menggunakan poster yang bergambar kartun
menarik. Sehingga anak-anak pun akan tertarik untuk membaca, sehingga pesan
tersampaikan. (nahhhh... untuk mencetak
posternya bisa hubungi saya ya,,, saya punya jasa percetakan juga xixiiii... 😉 )
Itu yang pertama. Nah yang kedua bagaimana jika PLN
mengadakan kontes layang-layang sehat yang diadakan pada suatu moment tertentu semacam
Festival Layang-layang di Pangandaran. Atau ketiga nih, PLN bikin lomba membuat
layang-layang. Setidaknya, jika layang-layang bukan bentuk ketupat, mereka
penggemar layangan itu akan saling menjaga untuk tidak “ngabandang” layangan
temannya dengan benang kawat. Jadi cita-citanya nih, ingin menumbuhkan
kreatifitas anak muda sekaligus menggalang rasa kebersamaan lewat
layang-layang.
Atauuuuu..... ke-empat bisa jadi PLN membuat area/lapang
khusus untuk para penggemar layang-layang. Ini bisa dijadikan obyek wisata saat
musim kemarau tiba. Usulan yang aneh barangkali. Tapi saya juga jadi
membayangkan jika setiap sore, para remaja bisa berkumpul dan bermain layangan
tanpa mengganggu jaringan listrik kemudian mereka juga bisa berbagi ilmu
tentang layangan. Buat layangan yang bentuknya wayang gimana ya??? Atau gimana
ya cara buat layangan bentuk hello kitty... .😁(Idealis sekali ya...).
Jadiiii... saya yang juga suka lihat layangan yang terbang di langit akan merasa
lebih senang melihat layang-layang dan tenang (Kan aman ga meleng lihat
layangan di jalanan, apalagi saat naik kendaraan). Trus bisa ajak anak-anak
juga ke lapang (kan udah jadi tempat tujuan wisata di bulan kemarau. Heeee...)
untuk menikmati sore yang cerah sambil menikmati indahnya langit berhias
layang-layang beraneka bentuk, juga sambil makan es krim atau kripik kesukaan.
Wahhh... kalau ini bisa terwujud saya akan sangat senang sekali .😁
Itu ide saya yang muncul tiba-tiba, terlintas saat
membuat tulisan ini. Semoga bisa membantu. Walaupun tak banyak tapi saya
berharap yang sedikit bisa membangkitkan semangat untuk saling menjaga. Menjaga
agar PLN tetap bisa memasok aliran listrik dengan lancar. Menjaga agar
masyarakat bisa menikmati listrik dengan tenang. Menjaga untuk kepentingan
bersama.
PLN Area Garut telah memberikan himbauan lewat media, melakukan
sosialisasi ke desa-desa, bekerjasama dengan Satpol PP untuk melakukan razia benang
kawat layangan dan juga mengajukan Perda layangan ini ke DPRD. Tapi tanpa peran
serta dari masyarakat apatah guna? Jadi yuk turut berperan menjaga aset
jaringan listrik untuk kepentingan bersama.
Selamat Hari Listrik Nasional. 😊
(Sampai tulisan ini
selesai, saya masih takjub. Bisa menulis seperti ini. Subhanalloh! Jadi terima
kasih ya Alloh, Kau telah tuntun jari ini untuk menekan tuts keyboard menjadi
sebuah cerita persembahan untuk “IdeKU untuk PLN”. Terima kasih Bapak Wahyudin,
Humas PLN Area Garut juga si cantik Mita untuk semangatnya, maylopelopemayeperiting
& anak-anakku yang selalu mendoakanku.
Alhamdulillah)

Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...






























