Jumat, 26 Desember 2014
Jas hujan adalah pakaian wajib yang harus selalu sedia untuk pengguna kendaraan roda dua. Apalagi di musim penghujan. Hampir tiap lepas dari jam 12 hujan turun dengan derasnya. Kalau lagi di rumah atau di kantor ga masalah ya, bisa berlindung dari derasnya hujan. Masalahnya kalau sedang di perjalanan atau harus melakukan perjalanan. Nah,,, ini dia yang perlu persiapan khusus.
Nah,,, masalahnya jas hujan yang ada saat itu hanya satu. Bentuknya baju jadi hanya bisa digunakan untuk satu orang saja. Sementara kami harus melakukan perjalanan ke luar, rencananya mau bertemu klien. Menunggu hujan reda, sepertinya bakal lama nih… bisa-bisa sampai sore. Tapi ga mungkin juga kalau menerobos hujan sementara saya ga pake jas hujan. Bisa-bisa kuyup bajuku. Lagian Mita pastinya ga tega dong kalo hanya dia yang pake jas hujan.
Saat memainkan henpon tiba-tiba si cantik Mita berseru “Teh, gimana kalau kita bikin jas hujan dari baligho? Kan banyak bekas-bekas tuh! “ katanya bersemangat. Wahhh!!! Ide bagus tuh. Memang itu juga yang kupikir, sementara aku masih berpikir bagaimana mewujudkan, teriakan Mita itu yang menghentikannya π Akhirnya kami berembug, membuat kesepakatan, dan akhirnya memutuskan, cieeee… untuk membuat jas hujan dari banner yang tak terpakai…
Karena namanya juga bekas, pastinya ada ditempat yang jarang dijamah, alias sudah penuh dengan debu tuh. Jadi langkah awal, itu banner saya cuci dong, dilap kering. Lalu dilipat sama panjang dan minta bantuan kaka kesatu buat bikin lubang kepala dilipatan banner. Heiii… berhasil! Bagian samping kiri kanan saya lubangi pakai pembolong kertas. Buat talinya, saya inget, deket mushola sempet lihat tali rapia. Akhirnya dibantuin Mita untuk memasukan rapia ke lubang-lubang dan menyimpulkannya, jadilah jas hujan yang keren. Taranggggg!!!!....
Maul bilang, "raincoat recycling."
![]() |
| Minta tolong Mita buat photoin... hasilnya memang keren. Selain yang motonya keren, yang diphoto juga keren tambah lagi jas hujannya juga ga kalah keren. |
![]() |
| Lucunya saya dalam balutan jas hujan keren ππ |
![]() | |||||||||||||||||||
| Mita bantuin pasang tali |
![]() |
| Yang bantu dan yang dibantuin tetep pengen narsisπ |
![]() | ||||||||||
| Taaarrrrangggg!!! Just Hu Jane nya dah jadi π |
Kamis, 18 Desember 2014
On 19:13 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
![]() |
| pic by pakethariilmiah |
Walaupun sudah di sapu masih ada beberapa semut yang berjalan-jalan santai. yaa sudah lah, yang penting ga gigit.
Maylope-lope seperti biasa membentangkan karpet lembut dan kasur palembang yang sudah lepek (memang itu satu-satunya yang kami punya. xixiiii.....) Dan dia mulai tiduran... Saya ikut tiduran di sampingnya yang mulai asyik nonton tv.
Sebenarnya saya pingin ngerubah kebiasaannya tidur di depan TV yang menyala. Gimana caranya? Ga kepikiran. Tapi, tiba-tiba kepikiran boleh dong saya narsis ;)
"Yah sepertinya malam ini harus tidur di kamar," kataku lurus.
"Hmm kenapa?" tanyanya juga lurus tanpa dosa.
"Lihat Yah... saking manisnya bunda, semut-semut saja langsung berebut gini. Takut digigit, Yah...."
"Tapi saking manisnya bunda, jangankan semut ya... ayah juga kan lengket sama bunda," lanjutku.
Nggak tahu juga koq tiba-tiba saya ngomong gitu ya????? Nyambung ga ya??? ... Tapi dengan begitu akhirnya Maylope-lope langsung pindah tidurnya ke kamar....
Saya ikut juga dong,,, kan ga mau dikerubutin semut. Xixixiiiii...
πππ
Selasa, 16 Desember 2014
On 10:02 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by blogs.unpad |
Hufff...
Mengenal dan memahamimu tak pernah henti
Mengerti setiap lakumu juga terus kulakukan
Itu memang kujalani
Agar kuyakin bisa selaras, dirimu dan diriku
Sekian lama telah kita lalui
Mengenal dan memahamimu tak pernah henti
Mengerti setiap lakumu juga terus kulakukan
Itu memang kujalani
Agar kuyakin bisa selaras, dirimu dan diriku
Sekian lama telah kita lalui
Jika ternyata berasa ada kesenjangan
Tidak sesuai dengan yang telah kita pupuk
Ini jadi pertanyaan...
Apakah ini sesuatu yang harus kujalani?
Atau tanda untuk mulai memperhatikan diri sendiri?
Keinginanku tak kau hiraukan
Sementara tuntutan-tuntutanmu mengekangku
Dirimu begitu berkuasa atasku
...
...
...
Aku sadari, tapi aku tak bisa lepas
Semua ada dibenakku, dipikirku, dirasaku
Berkecamuk dan membombardir jantung pikirku
Aku sakit saat ta kau mengerti
Aku sakit saat ta kau peduli
Aku sakit saat kau batasi aku dengan caramu
Kamu ta mengerti aku atau tak mau mengerti?
Kamu ta pahami aku atau tak mau paham?
Hufff...
Aku harus tata lagi hati ini
Akan kukatakan, tidak denganmu juga tak dengannya
Nampaknya aku harus mengambil nafas dalam
Dalam sekali... hingga kukeluarkan perlahan
sambil melangkah ke depan
Agar tidak tertinggal
Menata masa depan yang telah dirancangNYA
Hufff...
Satu langkah aku terjatuh
Langkah kedua aku harus rentangkan tanganku
agar dapat berjalan seimbang
Langkah berikutnya kupijak perlahan dan pasti
satu demi satu pijakan
agar langkah selanjutnya aku yakin tapak kakiku ta lagi goyah
Hufff...
(Untukmu kawan,,, plis move on!)
Tidak sesuai dengan yang telah kita pupuk
Ini jadi pertanyaan...
Apakah ini sesuatu yang harus kujalani?
Atau tanda untuk mulai memperhatikan diri sendiri?
Keinginanku tak kau hiraukan
Sementara tuntutan-tuntutanmu mengekangku
Dirimu begitu berkuasa atasku
...
...
...
Aku sadari, tapi aku tak bisa lepas
Semua ada dibenakku, dipikirku, dirasaku
Berkecamuk dan membombardir jantung pikirku
Aku sakit saat ta kau mengerti
Aku sakit saat ta kau peduli
Aku sakit saat kau batasi aku dengan caramu
Kamu ta mengerti aku atau tak mau mengerti?
Kamu ta pahami aku atau tak mau paham?
Hufff...
Aku harus tata lagi hati ini
Akan kukatakan, tidak denganmu juga tak dengannya
Nampaknya aku harus mengambil nafas dalam
Dalam sekali... hingga kukeluarkan perlahan
sambil melangkah ke depan
Agar tidak tertinggal
Menata masa depan yang telah dirancangNYA
Hufff...
Satu langkah aku terjatuh
Langkah kedua aku harus rentangkan tanganku
agar dapat berjalan seimbang
Langkah berikutnya kupijak perlahan dan pasti
satu demi satu pijakan
agar langkah selanjutnya aku yakin tapak kakiku ta lagi goyah
Hufff...
(Untukmu kawan,,, plis move on!)
Sabtu, 06 Desember 2014
On 15:37 by elsapuspita in Cerita Bunda No comments
![]() |
| Gaya bareng soulmate |
Instruktur Drum LB, A Zion bilang sih mereka itu soulmate. Jadwal kursus aja diset agar bareng. Jadi kalau satu ga masuk, so yang satunya lagi jadi ikut mogok. Heeheee.....
Dan hari ini sudah tiba lagi di akhir pekan. Salma sudah tiba dari sekolah tapi Helmi kemana ya??? wahhh..... saya curiga, sepertinya lagi-lagi anakku janjian dengan ponakanku itu. Coba kita buktikan... π
Ternyata tepat dugaanku, seperti pembicaraan dengan adikku, Mamihnya Syauqi. Mereka memang telah membuat janji. entah Helmi yang pengen nginep di rumah Syauqi atau Syauqi yang pengen Helmi nginep di rumahnya. sepertinya susah dibedakan
πππ
![]() |
| Sama Soulmate selalu happy |
Saat anak lelakiku datang dan mencium tanganku, saya memeluknya. Saya katakan padanya, "Mi,,, kalau Helmi nginep di rumah Syauqi nanti Bunda ga ada yang jagain..."
Dia langsung jawab, "Kan ada ayah!"
"Ayah kan lagi ke Bandung, Mi. Masa Bunda sendirian..." saya merajuk.
"Kan ada Teteh." Masih dalam pelukan dia berkata sambil menatap mataku.
"Iya... Teteh kan perempuan. Mustinya Aa yang jaga Bunda," aku masih tak mau kalah
Dengan lembut dia berkata, "Kan ada Allah, Bunda."
Jawabannya di luar dugaan.
Saya tersenyum... melepaskan pelukannya yang dengan segera dia berhambur menghampiri Syauqi.
Yaaaa Nak, Allah juga akan selalu menjagamu.
π
Langganan:
Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...










