Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Sabtu, 17 Januari 2015

On 08:00 by elsapuspita in    No comments


Pulang sekolah, Helmi cerita : “Bunda, tadi Helmi diseret Syauqi ke kelas 5”
Syauqi itu sepupunya yang juga sekelas dengan anakku yang pertama, Salma.
“Kenapa bisa begitu? ”, tanyaku heran dan bertanya di dalam hati , ada apa dengan Syauqi ini?
Selama perjalanan pulang ke rumah, saya mendengarkan ceritanya yang penuh semangat. Dia berkisah, saat itu dia di kelasnya saat Syauqi datang, sedang gurunya karena ada keperluan pergi ke kantor. Jadi Syauqi leluasa membawa putraku itu. Sampai di kelas 5, ia melihat guru agama tengah mengajar. Guru itu bertanya, “Mi, hapal Surat Al-Alaq?”
“Hapal, pak.”
“Berapa ayat yang sudah dihapal?”
Anakku menjawab kalau dia sudah hapal semuanya. Kemudian guru tadi menyuruhnya untuk membacakan di depan kelas.
Anakku berseru, “Habis itu temen-temen teteh pada tepuk tangan. Eh ada juga ketang yang ga tepuk tangan," tuturnya sambil nyengir. 
“Yang lain itu bukannya ga tepuk tangan, Mi. Mereka itu tepuk tangannya di dalam hati,” kataku sambil menciumi rambutnya.
Lalu dia lanjutkan ceritanya, “Udah gitu gurunya bilang, tuh anak kelas 3 aja udah hapal masa kalian ga bisa…trus gurunya nanya, Emi mau di sini atau mau kembali ke kelas? Ditanya gitu, Emi bilang mau kembali ke kelas, trus Emi lari deh.“ Dia menutup ceritanya.

😁😁😁

Alhamdulillah, anakku jadi contoh baik untuk kakak-kakak kelasnya.

Surah Al-'Alaq (bahasa Arab:العلق, "Segumpal Darah") adalah surah ke-96 dalam al-Qur'an. Surah ini terdiri atas 19 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Ayat 1 sampai dengan 5 dari surah ini adalah ayat-ayat Al-Quran yang pertama diturunkan, yaitu di waktu Nabi Muhammad bertafakur di gua Hira. Surat ini dinamai juga dengan Iqra atau Al Qalam.

Surat Al 'Alaq menerangkan bahwa Allah menciptakan manusia dari benda yang hina kemudian memuliakannya dengan mengajar membaca, menulis dan memberinya pengetahuan. Tetapi manusia tidak ingat lagi akan asalnya, karena itu dia tidak mensyukuri nikmat Allah itu, bahkan dia bertindak melampaui batas karena melihat dirinya telah merasa serba cukup.


Yuk kita lihat QS. Al-'Alaq dan kita lihat juga terjemahannya 


بِسْمِ اللَّه الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ



اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ١

1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan,

خَلَقَ الإنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ ٢

2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.

اقْرَأْ وَرَبُّكَ الأكْرَمُ ٣

3. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah,

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ ٤

4. yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam

عَلَّمَ الإنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ ٥

5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

كَلا إِنَّ الإنْسَانَ لَيَطْغَى ٦

6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,

أَنْ رَآهُ اسْتَغْنَى ٧

7. karena Dia melihat dirinya serba cukup.

إِنَّ إِلَى رَبِّكَ الرُّجْعَى ٨

8. Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah kembali(mu).

أَرَأَيْتَ الَّذِي يَنْهَى ٩

9. bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang,

عَبْدًا إِذَا صَلَّى ١٠

10. seorang hamba ketika mengerjakan shalat,

أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ عَلَى الْهُدَى ١١

11. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu berada di atas kebenaran,

أَوْ أَمَرَ بِالتَّقْوَى ١٢

12. atau Dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?

أَرَأَيْتَ إِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى ١٣

13. bagaimana pendapatmu jika orang yang melarang itu mendustakan dan berpaling?

أَلَمْ يَعْلَمْ بِأَنَّ اللَّهَ يَرَى ١٤

14. tidaklah Dia mengetahui bahwa Sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

كَلا لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ ١٥

15. ketahuilah, sungguh jika Dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya

نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ ١٦

16. (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُ ١٧

17. Maka Biarlah Dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),

سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَ ١٨

18. kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah,

كَلا لا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ١٩

19. sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan).