Sabtu, 19 Oktober 2013
On 07:26 by elsapuspita in Bunda's Poetry 5 comments
Saya bukanlah seorang yang bisa merangkai kata-kata indah. Saya hanya mengatakan apa yang ada dalam pikiran. Apa yang ditulis adalah sebuah keajaiban, ketika tanganku dituntun untuk menekan tuts keyboard dihadapanku sampai akhirnya saya bisa menulis lagi seperti ini.
Satu karya, saya persembahkan untuk
Afgan Syahreza
Dejavu Night - Cerita Tak Berjudul
![]() |
Aku baru sadari, rasa ini telah tumbuh
sejak dulu. Saat dulu duduk di bangku sekolah.
Kesan pertama saat berkenalan..... seperti teman yang lain, biasa saja.
Beberapa waktu kemudian ada sesuatu yang
ganjil.
Kukatakan demikian karena ketika itu aku
tak mengerti dengan apa yang kualami.
Aku tak tahu apa ini namanya jika ada
rasa suka menatapnya walaupun dari jauh
Ada rasa nyaman bila didekatnya
Ada rasa selalu ingin bertemu, merasa
kehilangan jika tidak melihatnya
Aku suka saat melihatnya tersenyum,
melihatnya tertawa, bercerita, bersenda gurau dengan teman-temannya
Aku suka mengganggunya, aku suka saat
melihatnya marah.
Bahkan sampai tak bertegur sapa pun, aku
suka dalam diamnya walaupun aku merasa tersiksa.
... Ada rasa yang entah apa namanya...
Saat itu yang aku pahami ada sesuatu
yang indah yang tumbuh dihatiku dan itu karenanya.
Aku berusaha merangkainya, menata rapi
di hatiku
Menjaganya agar berhembus seperti angin
yang membawa kesejukan
Menjaganya agar seperti air yang
mengalir pada alurnya
Tak ada ungkapan apapun atas kebersamaan
kami
Seperti sebuah panggung cerita, kami
selalu ada dalam scene yang sama berbingkai pelangi
Kupagari diriku dengan indahnya
persaudaraan
Agar hati tak banyak menuntut untuk
sesuatu yang tak aku pahami, agar aku menjadi aku yang tak harus selalu
terlihat bersikap manis dihadapannya, agar aku tak harapkan perhatian yang
lebih darinya.
Aku biarkan diriku menjadi asaku.
Bermain, belajar bersama, mengerjakan
tugas-tugas, tak sengaja jumpa di toko buku, main bola basket, mengantarku
mengunjungi teman, menemaniku mencari kaset kesukaan, mengikuti kegiatan
ekskul...... akhhhh
Selalu ada moment manis yang tercipta
bersamanya
Aku rasa Tuhan sudah mengaturnya
demikian
Sehingga waktu berlalu.... berlalu....
dan berlalu.... seperti tak disadari
Kami hanya menikmati tiap jalinan waktu
bak episode cerita tanpa judul
Hingga suatu saat muncul diperjalanan...
seorang pemain yang baru kuketahui
Perhatiannya tertuju untuknya...
Menengoknya saat sakit, mengantar ibunya
ke rumah sakit, menemani ayahnya berolahraga, bersendagurau dengan
saudara-saudaranya
Ternyata dia menyita perhatiannya begitu
banyak
Jungkir balik aku rasakan...
Opssss..... kenapa dengan pendatang baru
ini, kenapa dengan keluarga pendatang baru ini? Sampai-sampai dia begitu repot
mengurusnya.....
Jengah... kenapa aku merasa seperti ini?
Mendengar dia menyebut namanya saja, aku
seperti terpanggang
Apalagi saat melihat bersamanya ...
pantasnya aku gosong terbakar
Yaa Tuhan! Aku juga baru mengalami rasa
ini.
Ya... aku merasa sesuatu yang indah
karenanya
Aku juga merasakan kepedihan karenanya
Kenapa tiba-tiba ada sedikit ketakutan,
aku takut kehilangan
Seperti mentari yang takut meninggalkan
siang.
Takut anganku melambung tinggi
menjelajah awan-awan
Takut harapanku menjulang seperti gedung
pencakar langit
Aku takut rasaku akan membunuhku,
memberi luka.
SUMPAH ! Aku takut.......
Hingga sampai pada titik aku harus
mengakhiri keindahan dan kepedihanku
Kuputuskan untuk melupakannya dan
ternyata......... AKU TAK BISA
Hilang..... Hilang..... kataku....
Yang terjadi.... Ada.... ada .... dan
......................... ada lagi dipikiranku
Aku tak bisa menolaknya
Setiap kuputuskan untuk menghilang atau
menguburnya dalam-dalam
semakin kuat lekat dia ada dalam
pikiranku
Semakin kuat kutolak semakin lekat dan
dekat kehadirannya dipikiranku.
Jika memang demikian biarkan saja dia
bermain di hatiku
Mencoba merasa nyaman dengan kehadiran
yang tak kuinginkan
Seperti lagu tak bernada
Seperti laut yang tenang dan dalam
Akhirnya kuputuskan untuk bersahabat
dengan rasaku
Ya.... sudahlah, nikmati saja
Biar waktu yang akan menghapus setiap
deret huruf-huruf yang membentuk namanya
Atau waktu akan melukis perjuanganku
melupakannya
Ntah.... aku tak sempat menghitung detik
demi detik yang kulalui dengan berlagu sendu
Tak sangka tawaran dunia ternyata lain,
setelah sekian lama hilang seperti debu
berterbangan atau seperti asap tertiup angin
setelah kuputuskan untuk bersahabat
dengan rasaku
Menyadari kekuranganku sebagai bingkisan
indah,
aku harus bersabar
.
.
.
.
.
.
.
(: baca “tik”)
Perjalanan sang waktu ternyata
mempermainkanku dengan indah dan lembut
Aku meyakini ini, Tuhan yang menorehkan
tintanya dalam perjalanan hidupku membawaku pada suatu keadaan yang hangat dan aku tak menduga jika
kemudian dia menjadi dekat.... dan makin dekat
Aku begitu bahagia. Seperti anak kecil
yang mendapatkan permen gulanya
Seperti bulan di malam hari yang riang
ditemani bintang-bintang
Jika sampai akhirnya dia memutuskan
untuk meminangku
Itu karena Tuhan bukan hanya
mempertemukan kami tapi karenaNYA mempersatukan kami
Baru kusadari jika keindahan dan
keperihan yang kurasakan dulu adalah cinta dan kecemburuan yang memikat
Aku dapati, seperti itulah aku....
menemukan indahnya SABAR dalam sentuhan cintaNYA
Hanya intermezo :
Dulu : Hhhhhh.... kenapa akhir-akhir ini
dikepalaku yang ada hanya dia.... dia... dia.... apa ga cape gitu, dia selalu
mengitari hatiku yang seluas samudera ini? – lebay dikit 😆
Sekarang : Dia selalu ada di hatiku tapi
ga sambil berlari. Dia menemaniku berjalan
mengisi hari-hari yang penuh dengan cintaNYA.
#SabarGan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...

Saya senang membaca kisah ini dan saya bersyukur mendengar kisah ini langsung dari Pelakunya. Ikut berbahagia sekaliiiiii ^^
BalasHapusSo Romantic :)
Tx Mitha....
BalasHapus:D.... saya memang wanita romantis....
#bari nyengir
Subhanalloh, ceritanya manis sekali dan ini seperti yang sudah saya alami dimasa-masa SMA dulu... kisahnya begitu indah untuk dikenang dan hal itu menjadikan sejarah yang paling indah...
BalasHapusSalam Manis & Salam Sukses Untuk Bunda
By: Ujang Ipan Setiawan
Twitter: @ceritaremaja
www.jangipan.blogspot.com
hhhhmmmm aya ku raos kitu ngaosna bu,,,, nyaan dejavu na teh,,,,, jntn bernostalgia,,,,,
BalasHapusHatur nuhun A, dah mampir di sini.... ikuti terus y tulisan yang lainnya .... ;)
BalasHapus