Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Selasa, 01 Oktober 2013

On 11:05 by elsapuspita in    No comments

pic by : ciputranews.com
Saatnya saya harus segera membeli beras, karena persediaan beras di rumah sudah habis. Meluncurlah saya menuju tempat tukang jualan beras yang berada di pusat kota ditemani c’ Jelita Mita.
Tiba di sana, saya melihat ada 2 gundukan beras yg paling kontras terlihat. Gundukan satu diberi tanda Rp. 10.000,- satunya lagi Rp. 9.000,-.
Biasanya saya beli beras yang harganya paling tinggi. Bukan sombong ya... secara kalau harganya tinggi berarti kualitasnya juga kan lebih baik/bagus. Ya nggak??? Tapi saat itu saya tergelitik untuk mengetahui perbedaan beras-beras yang ada dihadapan saya itu. Akhirnya memberanikan diri saya tanya ibu penjual beras : "Bu, apa bedanya beras yang 10 ribu dengan yang 9 ribu?"
"Yang  ini beras asli Garut, neng," Jawab si ibu sambil menunjuk beras 9 ribu.
"Owhhh...," gumamku.
Tiba-tiba muncul dibenakku iklan sebuah produk dengan slogan "Cintailah protuk2 Endonesa". Heeee..... Seketika tergelitik rasa nasionalisme eh rasa daerahnisme-ku. Pengen dong ikut mendukung produk usaha asli Garut. Jadi kuputuskan untuk membeli beras yang harganya 9 ribu saja.
"Ok bu, saya beli yang ini aja 10 kilo," kataku sambil menunjuk si beras 9 ribu. 
”Ini beras Garut mana, Bu?” tanyaku sambil memainkan beras dihadapanku
“Dari Cilawu, Neng,” jawab si Ibu. "Saya kira beras Samarang, Bu," lanjutku. Pikirku kalau begitu beras sebelahnya yang berharga 10 ribu ini pasti dari Cianjur.
Iseng, saya tanya lagi, “Bu, kalo beras yang 10 ribu ini dari mana?”
"Owh.. itu dari Banyuresmi, Neng,” jawab si Ibu tanpa dosa.
TWEWEEEWWWW!!!!
Saya dan c’ Jelita Mita saling pandang....
“Wah!!! Saya baru tahu Bu, kalo Banyuresmi itu bukan di Garut,” kataku datar sambil memperhatikan wajah ibu penjual yg lempeng....
😄😄😄
Hadeuhhhhh saya kira beras 10 ribu itu dari manaaaaaa... gitu, tahunya dari Banyuresmi tempat asal ibu mertuaku...... 


Sedikit informasi :

mapdata google
 Banyuresmi adalah sebuah Kecamatan di Kabupaten Garut 13 km dari Ibu Kota Kabupaten Garut. Kantor Kecamatan Banyuresmi : Jl. H. Hasan Arif  No. 1 - Telp. (0262) 443200 Banyuresmi – Garut.
Luas wilayah kecamatan 5.183 Ha, berbatasan dengan Sukawening, Cibatu, Leuwigoong, Leles, Tarogong Kaler, Wanaraja, Karangpawitan, Garut Kota, Tarogong Kidul, dan Pangatikan.
Jumlah penduduk 82.113 jiwa dengan kepadatan 21 jiwa/km2

Kelurahan/Desa di Kecamatan Banyuresmi :
1.     Bagendit
2.     Banyuresmi
3.     Binakarya
4.     Cimareme
5.     Cipicung
6.     Dangdeur
7.     Karyamukti
8.     Karyasari
9.     Pamekarsari
10.   Sukakarya
11.   Sukalaksana
12.   Sukamukti
13.   Sukaraja
14.   Sukaratu
15.   Sukasenang


Obyek wisata andalan Banyuresmi yaitu Situ Bagendit. Situ (Danau) Bagendit yang terletak di Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut, Jawa Barat merupakan objek wisata alam yang mempunyai situ yang sangat luas dan dalam. Pemandangan sekitar situ sangat indah. 
         Alam terbentang begitu luas, pegunungan yang menjulang tinggi. Kita bisa menikmati pemandangan alam yang indah. Mengelilingi danau dengan rakit, perahu atau bersepeda air dengan puas mengelilingi Situ Bagendit yang luas. Disana pun tersedia tempat rekreasi untuk anak-anak dan tempat berbelanja cendramata, juga tempat parkir yang luas sehingga nyaman untuk memarkir kendaraan. 
Itu sebabnya Situ bagendit mempunyai daya tarik wisatawan dalam maupun luar Garut. Setiap tahunnya pengunjung ramai memadati kawasan ini.





0 komentar:

Posting Komentar