Sabtu, 09 November 2013
On 07:52 by elsapuspita in Cerita Bunda 2 comments
Minggu, 3 November 2013
Nahhhh... saat menyapu halaman depan, saya juga sempat
‘menyentuh’ tanaman-tanaman, membuang
daun-daun yang menguning, juga mencabut tanaman-tanaman pengganggu. Tiba-tiba
saya lihat di bagian halaman depan ada daun-daun yang layu dan warnanya pun
sudah tak enak dipandang. Jadi saya benahi. sekalian saya juga penasaran apa
yang saya tanam dulu itu berbuah? jahe atau kunyit ya? Saya lupa lagi. Nahhh...
daripada penasaran maka saya gali tanahnya dan tak lama tercium aroma kunyit.
Wowww! Saya sangat senang sekali. Kunyit yang saya dapat dari ‘kebun’ ini
lumayan banyak. Saya bisa berbagi dengan tetangga sebelah. Juga bisa digunakan
untuk memasak goreng ayam kuning kesukaan anakku.
Hari ini seperti biasa. Bangun pagi lalu mulai bertempur dengan
pekerjaaan rutin sebagai ibu rt alias ibu rumah tangga. Beresin kamar tidur, nyapu, ngepel, cuci
piring dan setumpuk baju yang merindukan bilasanku. Hhhhh... cape memang, tapi
bagi saya menyenangkan. Apalagi hari ini, Minggu, jadi saya bisa memberi
perhatian khusus pada halaman depan rumah. Kalau hari-hari biasa keseringan
lupanya dibersihin... heeee. Padahal begitu itu ga bagus ya.... jadi jangan ditiru.
![]() |
| Kunyit - hasil kebunku |
Lepas beres-beres rumah, pengennya saya pergi menikmati Bubur Radio Dalem di jalan A. Yani tapi ternyata suamiku membawa kami ke kedai Bubur
Kacang Ijo di Jl. Bank. Ya ga apa-apa.... toh saya juga penikmat BKI. Di sana
kami bertemu dengan guru matematika saat SMA dulu, Bapak Ade. Senangnya...... Kami sempat bertegur sapa. Sssssstt.....
wajahnya masih ganteng seperti dulu. Awet muda. Suwer!
Setelah berbelanja sayur dan beberapa makanan kecil kami menuju
rumah mama (ibu mertuaku). Bertemu dengan Mam juga adik ipar dan anak-anaknya
yang juga tinggal di sana adalah kebahagiaan tersendiri. Anak-anak langsung
berbaur bermain bersama. Saat-saat berkumpul seperti ini, berbagi cerita dan
makan bersama adalah saat-saat yang menyenangkan. Setelah itu kami semua
‘menjenguk’ rumah adik yang sedang diperbaiki. Tampaknya sebentar lagi adikku
akan menempati rumah barunya. Alhamdulillah..... Sementara anak-anak riang bermain diantara tanah dan tumpukan batu-bata, saya, Mam n Ateu Heni jalan-jalan mengelilingi komplek. Eh... ternyata dibelakang, suamiku dan Oom Iyus menyusul dengan mobil. Akhirnya kami pulang.
Melihat cuaca yang mulai redup dan sedikit rintik-rintik, saya dan anak-anak memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Padahal kalau boleh sih ingin ikut ke rumah Mam lagi, masih kangen trus pengen ketemu juga dengan teman-teman Sahabat Pulau (Jakarta & Tasik) yang rencananya akan berkunjung ke kantorku Radio Rugeri. tapi ya... sudah ga apa-apa deh. Lagian sayang juga kalau jemuran yang setumpuk kehujanan. Jadi saya segera hubungi Ipan dan Mita untuk sampaikan permintaan maaf dan juga salam kepada Sahabat Pulau. Ahhhh...
Tapi heyyyy... cuaca terang lagi...
Di rumah, si kecil Helmi mengeluarkan sepedanya. Dia meminta shampoo. Ketika kutanya untuk apa, dia bilang mau memandikan sepedanya yang kotor. Dalam hatiku tersenyum, ada-ada saja sudah jelas sepedanya tak apa-apa, masih bersih lah. Tapi biarlah... dia sangat sayang sama sepeda hasil rayuan mautnya pada ayahnya xiixii.... diam-diam saya memperhatikan dibalik jendela sambil beberapa kali kujepret gayanya memandikan sepeda kesayangan.
Tiba-tiba brettttt.... hujan turun dengan lebatnya. Wuihhhhh... memang benar, cuaca yang tadi sempat terang ternyata redup seketika dan menumpahkan air yang banyak dari atas sana . Upsss... saya langsung berteriak agar anakku yang ganteng ga hujan-hujanan. Nurut juga sih tapi bajunya sudah basah semua.... :) akhirnya dia langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang basah, mandi.
Saya mulai 'melirik' setumpuk setrikaan. Harus segera dikencani nih baju-baju kusut. Saat suamiku tiba di rumah, setrikaan saya tunda dulu. Saya segera mempersiapkan makan malam. Goreng ayam ala Upin Ipin, goreng tahu, kerupuk dan sambal. Senang bisa menyediakan Goreng ayam dengan bumbu kuning, karena kunyitnya didapat dari hasil kebun sendiri. Mantapsss! Melihat suami dan anak-anak makan dengan lahap membuat capeku hilang (padahal masih ada setumpukan setrikaan yang menunggu uluran tanganku lagi 😊).
Melihat cuaca yang mulai redup dan sedikit rintik-rintik, saya dan anak-anak memutuskan untuk langsung pulang ke rumah. Padahal kalau boleh sih ingin ikut ke rumah Mam lagi, masih kangen trus pengen ketemu juga dengan teman-teman Sahabat Pulau (Jakarta & Tasik) yang rencananya akan berkunjung ke kantorku Radio Rugeri. tapi ya... sudah ga apa-apa deh. Lagian sayang juga kalau jemuran yang setumpuk kehujanan. Jadi saya segera hubungi Ipan dan Mita untuk sampaikan permintaan maaf dan juga salam kepada Sahabat Pulau. Ahhhh...
Tapi heyyyy... cuaca terang lagi...
![]() |
| Anakku ganteng serius membersihkan sepedanya |
Tiba-tiba brettttt.... hujan turun dengan lebatnya. Wuihhhhh... memang benar, cuaca yang tadi sempat terang ternyata redup seketika dan menumpahkan air yang banyak dari atas sana . Upsss... saya langsung berteriak agar anakku yang ganteng ga hujan-hujanan. Nurut juga sih tapi bajunya sudah basah semua.... :) akhirnya dia langsung ke kamar mandi membersihkan tubuhnya yang basah, mandi.
Saya mulai 'melirik' setumpuk setrikaan. Harus segera dikencani nih baju-baju kusut. Saat suamiku tiba di rumah, setrikaan saya tunda dulu. Saya segera mempersiapkan makan malam. Goreng ayam ala Upin Ipin, goreng tahu, kerupuk dan sambal. Senang bisa menyediakan Goreng ayam dengan bumbu kuning, karena kunyitnya didapat dari hasil kebun sendiri. Mantapsss! Melihat suami dan anak-anak makan dengan lahap membuat capeku hilang (padahal masih ada setumpukan setrikaan yang menunggu uluran tanganku lagi 😊).
Sebagian orang menilai kebahagiaan itu ketika
memiliki harta yang banyak. Ada pula yang menilai kebahagiaan dengan pangkat
dan jabatan yang diraihnya. Tetapi, bagi saya kebahagian itu bukan diukur
dengan harta atau pangkat yang dimiliki. Tapi bahagia itu adalah ketika hidup
dalam lingkungan yang baik dan mudah. Menikmati hal-hal yang menyenangkan yang
disuguhkan olehNYA. Memiliki suami/istri yang sholeh/sholehah, anak-anak yang
berbakti, saudara/i yang menyayangi, teman-teman yang baik, dan mata pencaharian
mudah. Itulah anugerah terindah/kebahagiaan yang Allah berikan kepada kita.
Sekaya apapun kita jika tak pandai bersyukur akan
terasa kurang. sekecil apapun yang kita dapat jika kita bersyukur maka akan
terasa cukup.
Sesungguhnya yang berkecukupan adalah orang yang
hatinya selalu merasa cukup, dan orang fakir adalah orang yang hatinya selalu
rakus. (HR. Ibnu Hibban)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...


wah, kebahagian yg sempurna mak
BalasHapushappy for you
thanks, Mbak Nathali dah mampir di sini.
BalasHapusSalam Bahagia untuk keluarga.
Selamat berakhir pekan :)