Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Jumat, 18 Maret 2016

On 18:02 by elsapuspita in    3 comments

Jika disuruh untuk menjelaskan isi buku itu ibarat ditanya mimpi. Mimpi apa semalam? Saya hanya tahu itu mimpi yang menyenangkan atau menakutkan tanpa bisa menceritakan mimpi itu dengan detail. Tidak, saya tidak bisa menceritakan mimpi, termasuk mimpi yang menyenangkan sekalipun. Hanya garis besarnya saja. Misalnya, betapa senangnya saat dalam mimpi itu, saya disapa oleh walikota bandung dan istri. Beda dengan kakak atau adik atau orang lain yang bisa bercerita lancar tentang mimpi-mimpinya.
Begitu juga saat disuruh bercerita tentang buku apa yang saya baca. Beuuuhhh.... ini termasuk kelemahan saya, barangkali. Karena setiap setelah membaca buku, saya nggak bisa menjelaskan dengan detail tentang apa yang saya. Saya hanya bisa berkata “Buku yang bagus. Silakan baca.” Jika ditanya buku tentang apa? Maka saya akan jawab garis besarnya saja. Misalnya, “Tentang komunikasi (Jurnalistik/pemasaran/kehidupan hewan, dll), pokoknya keren deh. Coba kamu baca. Kalau sudah baca, nanti share ya...”
“lhoh!” lha iya, saya akan lebih ingat jika setelah membaca kemudian ada teman yang mengulasnya. Jangankan untuk buku-buku yang serius gitu, kumcer atau novel saja, setelah selesai bacanya, saya nggak bisa ingat. Sepertinya untuk hal ini, saya lebih ke tipe auditory.
Tapi, tunggu dulu. Nampaknya bukan hanya masalah buku saja. Setiap kali nonton film. Begitu keluar dari bioskop, lupa deh saya, tadi ceritanya gimana ya? Lupa semua nggak sih, tapi saya jarang bisa cerita dari a – z dengan lengkap. Pasti ada part-part yang hilang. Dan kalau saya cerita, pasti orang nggak ngerti. Heheeee... ceritanya lompat-lompat nggak karuan. Kalau diingetin, baru bilang, “o,,,iyaa, ya,,, itu setelah adegan yang ini ya?” Sadis banget ya,,,
Makanya saat memasuki tantangan minggu ketiga, saya bingung. Mo nulis apa? Jujur saja sudah cukup lama saya nggak lahap buku. Tapi kalau baca news letter, atau media online (bukan medsos ya...) saya termasuk rajin. Yaaa,,, itu karena memang keharusan sebagai host di program yang saya bawakan di radio. Tapi ya itu tadi,,, informasi yang saya dapat tidak bertahan lama di memory. Apa karena memory saya full ya??? 😁
Entah juga saya belum sempat search atau tanya-tanya, apakah yang saya alami ini suatu penyakit? Atau...???
Tapi karena harus menuliskan buku terbaik yang saya baca. Saya jadi mengingat-ngingat lagi. Ada 3 buku yang saya ingat judul dan covernya.

pic. by google

Pertama “Seni Berbicara, kepada Siapa Saja, Kapan Saja, Dimana Saja” - Larry King. Ini buku tentang seni berkomunikasi. Nggak banyak teori karena lebih cenderung berbicara tentang pengalaman si penulis. Tapi kita bisa dapat banyak ilmu luar biasa tentang cara berkomunikasi yang baik. Yang paling menarik bagi saya adalah bagian dimana dia bercerita saat pertama kalinya dia siaran di radio. Hampir mirip dengan apa yang saya alami saat awal-awal siaran. twewewww!!!
pic. by google
Kedua buku “Chicken Soup For The Couple’s Soul”. Buku yang berisi kisah-kisah yang menginspirasi tentang cinta dan kebersamaan. Kisah-kisah yang menyentuh dan beberapa diantaranya membuat air mata menetes tak terasa.
pic. by google
Ketiga buku “Chicken Soup For The Teenage Soul”. Buku yang berisi kisah-kisah tentang kehidupan, cinta dan pembelajaran. Buku yang menarik. Cerita-ceritanya menyentuh hati.
Yups. Itu 3 buku yang paling saya ingat diantara buku-buku yang lain. Tapi kalau disuruh ceritain apa yang ada didalamnya. Saya nyerah. Pokoknya isinya bagus, menarik dan inspiratif.
Wah,,, saya jadi kangen nih, pengen baca-baca lagi ni buku...  



#ODOP
#OneDayOnePost
#harike15
#Tulisanke13

(*Masih punya hutang 2 tulisan. Pisss! Heeee...)    

3 komentar: