Selasa, 15 Maret 2016
On 17:13 by elsapuspita in Cerita Bunda 3 comments
Akhirnya saya bisa duduk manis di angkot 02. Bagian depan pula.
Sengaja. Saya (maaf) nggak ingin terganggu dengan penumpang lain. Hari ini saya
merasa kelelahan, setelah sebelumnya saya ‘diajak’ berlama-lama ngetem di
angkot 06. Okey,,, saya bisa rasakan panasnya siang ini sambil menikmati
semilir angin dari jendela yang terbuka lebar.
Di
dekat pertigaan Bratayudha Sudirman segerombolan anak muda menyetop mobil yang
saya tumpangi. Kemudian anak muda yang saya taksir umurnya belasan tahun
itu meminta uang, “Bah 2 rebu lah, rokok,”katanya sambil mengacungkan 2 jari
tangannya. Pak sopir yang dipanggil Abah itu memberikan uang. “Bah
sing ridho nya. Didoakeun sing salamet dan bla bla bla,,,”
Ini bukan kali pertama saya mendapati anak-anak muda ini ‘memalak’
para sopir angkot. Waktu itu, di tempat yang sama ada anak muda yang
menyodorkan permen satu biji dan si sopir diharuskan memberinya uang 2 rebu
perak. Sambil menjalankan mobilnya si sopir menggerutu. Saya nggak tahu apa
setiap angkot yang lewat ke sana harus ‘setor’ uang pada anak-anak itu tiap
satu putaran atau pada putaran tertentu, misalnya. Sepertinya ini pungutan
liar, toh beberapa kali pula saya dapati, walaupun mereka berikan uangnya tapi
para sopir itu agak menggerutu.
Sedari tadi pas saya duduk manis di depan, dekat pak sopir, baru
saat itu saya memperhatikan pak sopir di sebelah saya. Melihat wajah dan
perawakannya, ternyata dia orang tua dengan badan kecil, tinggi, rambut yang
mulai memutih, gigi yang sudah tidak lengkap lagi, kulit tangan yang terlihat
keriput. Pantaslah dia dipanggil abah. Saat itulah saya mulai beranikan untuk
bertanya pada si abah. Berceritalah dia. Tiga tahun lagi usianya akan sampai di
60. Baru 2 tahun ia jalani sebagai sopir angkot. Sebelumnya dia pulang pergi bawa
bis dari Singaparna – Jakarta. “hiji weh panyawat
Abah mah, asma. Pami tos katirisan sok kambuh. Ieu teh salah sahijina kusabab
sok ngarokok.” (satu saja penyakit Abah itu, Asma. Kalau kedinginan suka
kambuh. Sakit ini salah satu sebabnya karena dulu Abah suka merokok). Begitu,
Abah menceritakan dirinya. Karena itu pula 6 tahun lalu Abah mulai meninggalkan
rokok. Untuk poin terakhir ini saya sangat senang sekali mendengarnya. Semoga
Abah selalu diberi kesehatan.
Dengan 2 anak yang sudah menikah pantasnya Abah bisa beristirahat
menikmati masa tuanya. Tapi itu tidak dilakukannya. Selama dia masih bisa
berusaha dia tak ingin menyusahkan anak-anaknya.
Kontras sekali dengan anak-anak muda yang hanya menadahkan
tangannya, meminta pada setiap sopir angkot yang lewat. Maafkan saya jika saya
salah. Tapi melihat anak-anak muda itu hanya duduk-duduk diam di pinggir jalan
kemudian memberhentikan angkot dan meminta uang untuk rokok berasa miris.
Mereka tidak malu dengan gelar anak muda yang harusnya bisa berkarya lebih dari
si Abah. Yang harusnya punya semangat untuk melakukan yang terbaik dalam hidup
untuk keluarganya minimal untuk dirinya sendiri. Aahhh,,,, kemana rasa malu
mereka?
Sebagai anak muda seharusnya bisa memanfaatkan peluang masa
mudanya untuk maju dan berubah pada kebaikan. Bahwa peluang itu tidak akan
kembali. Seperti pesan Rasulullah : manfaatkan masa mudamu sebelum datang masa
tuamu, saat sehat sebelum sakit, masa lapang sebelum sempit, masa terang
sebelum masa gelap.
Semoga kita juga anak-anak kita bisa menangkap setiap peluang
untuk menuju pada perubahan yang lebih baik.
#ODOP
#OneDayOnePost
#Harike10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...
Aamiin. Semangat melakukan perubahan juga untuk kita smua. nice share mba. saya sdh follow
BalasHapusiya mbak..melihat anak muda jaman sekarang nih ngelus dada...
BalasHapusTerima kasih dunia menulis, sudah mampir...
BalasHapusMba Wid,,, he emmm