Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Jumat, 11 April 2014

On 11:00 by elsapuspita in    No comments


Ini sebenarnya tulisan yang sudah lama, 29 September 2013.  Karena lupa juga kesibukan yang luar biasa (xixixiii...) akhirnya baru bisa diposting hari ini. Ga apalah..... yang penting hari ini saya bisa kembali menemui semua yang merindukan tulisan di blog-ku.... (Cieeee.... yakin bingits 😁) Yuks kita mulai kisah lalu di bulan September. Selamat menikmati kembali perjalanan di blog-ku😉
 Saya sangat suka dengan suasana pagi. Apalagi Minggu pagi dimana saya bisa jalan-jalan pagi bersama menghirup udara yang masih segar. Hmmmm..... rasa segarrrrrnya serasa membuat darah lancar menuju jantung. Tulang-tulang menjadi kuat dan kulit terasa cerah. Benar-benar membuat semangat menjalani aktifitas. Suwerrr saya suka sekali udara pagi apalagi hari Minggu. Soalnya hari-hari biasa ga sempat menikmati udara pagi dengan jalan-jalan pagi misalnya. Ya gimana sempat, kan harus mempersiapkan anak-anak untuk berangkat sekolah. Jadi seringnya di rumah beres-beres rumah dan menyiapkan sarapan pagi. Jadi jalan-jalan paginya ya,,,, sambil nganterin anak  😁
Kegiatan yang selalu saya nantikan dan tak ingin saya lewatkan di pagi hari adalah membuka kaca jendela lebar-lebar dan menghirup udara yang berhembus dingin dan segar, dalam-dalam. Subhanalloh....... rasanya ga pernah terbayang jika udara harus kita beli per milinya.... wahhhh... kita bisa-bisa bangkrut bahkan berutang pada sang Kholik. Begitu MahaPemurah Dia yang memberi kita udara yang segar ini. Bukan hanya itu, kehangatan mentari yang kita rasakan setiap pagi juga benar-benar sangat luar biasa. Coba lihat sinar mentari yang menggoyang embun di ujung daun, benar-benar membuat sejuk di hati nnyessss... rasanya. Untuk dua hal ini saja kita bisa malu dengan firmannya ...”nikmat manalagikah yang kau dustakan?”
Sudah sepatutnya kita memang bersyukur dengan nikmat sekecil apapun bahkan yang tanpa kita sadari sekalipun. Karena seperti hal yang biasa saja padahal sangat luar biasa. Kita bisa menghirup udara segar sepuas-puasnya bahkan udara yang penuh polusi pun kita masih hirup dan ternyata kita masih bisa beraktifitas karenanya. Coba bayangkan atau tengoklah di rumah sakit, ada orang-orang yang merasa sesak nafasnya sehingga memerlukan tabung oxygen untuk melancarkan pernafasannya dan itu harus dibayar beratus-ratus bahkan berjuta rupiah harus dirogoh dari koceknya. Ya, Allah masukanlah kami dari golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmatMU.
Nah, karena ini hari Minggu, maka saya akan pergunakan waktu pagi ini untuk berjalan-jalan. Sambil menyelam minum air, begitulah kira-kira. Agar tulang kuat, jalan kaki menyusuri jalanan yang tenang sepanjang Perum dan jalan Cimanuk/Jayaraga menjadi pilihan. Bukankah dengan jalan kaki, kita bisa terhindar dari osteoporosis? Selain itu juga bisa menikmati tenangnya pagi di Kota Dodol sambil menghirup udara yang masih segar, kan kendaraan yang lalu lalang juga tak sebanyak hari-hari biasanya. Good job!
Pagi di Pertigaaan Cimanuk-Jayaraga masih  lengang dari kendaraan
Pagi yang tenang di Jayaraga
Okey..... jalan santai, menghirup udara dalam-dalam dan nikmati aktifitas sepanjang jalan. Hey!!! Saya sangat suka ini... saya kegirangan. Ini luar biasa! Saya menikmatinya.....melihat jalan yang terbentang lurus, tanaman juga pepohonan yang tumbuh di halaman rumah, sempat juga melihat sepasang kupu-kupu yang terbang menikmati harumnya bunga-bunga yang mekar di pinggir jalan, Wow!! Saya juga mendengar kicau burung yang sudah hampir jarang ditemui lagi. Alhamdulillah, burung-burung itu masih ada walaupun saya yakin populasinya tak sebanyak dulu. Sekarang kan burungnya lebih banyak diberi sangkar dan diperjualbelikan. Keluar dari jalan Perum, langsung ke jalan utama yang sangat lebar. Kendaraan yang lalu lalang memang tak seramai hari kerja, tapi tetap saja cukup ramai. Untuk menyebrang jalan saja diperlukan waktu agak sedikit lama. Kendaraan yang tak terlalu padat ternyata membuat para pengendara agak sedikit ’bebas’ untuk mempercepat laju kendaraannya. Apalagi kendaraan roda dua yang dikendarai oleh anak muda. Malah ada yang suara knalpotnya bising bingits memekakkan telinga. OMG! Tidakkah mereka sadar, suara bising knalpot dan cara berkendara yang ugal-ugalan seperti itu bisa mengancam keselamatannya? Semoga Allah melindungi.

 Okey..... sejauh ini, jalan-jalan pagi ini benar-benar kunikmati... sejuk, segar dan menyenangkan. Setidaknya itu yang saya dapatkan. Hingga saat jalan pulang menuju rumah, saya lewati sisi jalan yang lain dan saya dikejutkan dengan bau yang sangat menyengat. UPSSS! Ternyata ada tumpukkan sampah dekat Pos Keamanan Perum yang tadi sempat luput dari penglihatanku. Saya benar-benar kecewa. Waduhhh! Seharusnya pagi yang indah ini tak terkotori oleh bau sampah. Memang dekat Pos Keamanan ada gerobak gede khusus untuk menampung sampah dari Perum. Dan saya sangat berharap sampah yang sudah banyak bertumpuk itu bisa diangkat setiap hari sehingga tidak penuh berluber sampai beterbangan dimana-mana. Bukan hanya gerobak sampah di Perumku saja, tapi juga sampah-sampah di jalan yang membuat jalanan tampak tidak indah.

Upppssssss! Pemandangan pagi yang tidak menyenangkan
Sampah! Ini salah satu penyebab bencana banjir. Bagaimana tidak? Jika sampah yang dibuang sembarang itu bukan hanya dibuang begitu saja oleh satu atau dua orang, tapi oleh banyak orang. Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit sampai bisa menyumbat aliran air, sehingga saat hujan deras maka banjir tak terelakkan. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sangat sangat kurang. Kebiasaan membuang sampah sembarangan sudah membudaya. Tak ada rasa risih saat membuang sampah bukan pada tempatnya. Jangankan anak kecil, orang dewasa pun kadang terlihat ‘lempeng’ saat membuang sampah begitu saja tanpa merasa bersalah. Yang miris, tempat sampah telah disediakan tetap bersih sementara sampah berserakan disekitarnya. Aneh kan???!!!??? Mengapa kita tak peduli dengan lingkungan kita?  Mengapa juga kita menyalahkan lingkungan juga kejadian alam jika terjadi bencana? Padahal sikap manusia sendiri yang membuat alam tak lagi ramah sama kita.Tampaknya ini hal kecil tapi bisa berakibat besar.
Coba kita pikirkan, kemudian rasakan. Bukankah dengan membuang sampah saja ada banyak hal yang akan kita dapatkan? Lingkungan yang bersih sehingga nyaman ditinggali, terbebas dari berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh sampah-sampah kotor. Menyenangkan bukan, tinggal di tempat yang bersih? Jadi kenapa tidak mulai dari sekarang kita perhatikan yang kecil ini agar tidak menimbulkan kerusakkan yang besar. Kenapa juga tidak kita mulai cintai alam lingkungan kita sehingga alam bersahabat dengan kita. So jangan tunggu lama-lama. Yuk kita mulai dari sekarang dari hal yang kecil dan mulai dari diri kita sendiri. Sekecil apapun peran kita dalam mencintai alam/lingkungan sekitar kita, akan sangat berarti besar.
Mulai sekarang, yuk kita buang sampah pada tempatnya!

0 komentar:

Posting Komentar