Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Senin, 23 Februari 2015

On 21:39 by elsapuspita in    No comments
Ini dia buku yang masih hangat. Baru tiba di studio, langsung dilahap mata :)

Menulis menjadi hal sangat sulit dilakukan disela-sela kegiatanku. Membaca buku juga adalah hal yang sama. Diantara setumpuk pekerjaan, termasuk jalan-jalan 😉, kesempatan untuk membaca atau menulis menjadi moment yang berharga jika saya dapatkan. Apalagi saya juga sebenarnya sangat sulit menumpahkan apa yang ada dalam pikiran dalam bentuk tulisan. Jangankan tulisan formal untuk nulis kayak gini z selalu ‘risih’. Rasanya selalu salah. Kata-kata yang kurang pas atau tanda baca yang tidak tepat. Jika dibaca ulang kemudian bisa berubah dan akhirnya tulisan jadi aneh. Kalau bisa menulis sampai akhirnya bisa diposting, itu saya suka takjub sendiri. Luar biasa! Luar biasa Alloh menuntun saya untuk menekan huruf demi huruf, merangkainya menjadi sebuah tulisan yang kemudian saya jadi takjub sendiri. Alloh MahaKuasa, tak ada yang mustahil bagiNya, termasuk menggerakkan tanganku yang lentik (yaelahhhh lentik... ).

             Soal membaca, sebaiknya memang kita luangkan waktu untuk itu.  Membaca pastinya akan sangat bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan kita. Bersyukurnya saya, membaca buku memang agak kesulitan, namun alhamdulillah pekerjaan amat membantu saya (atau menuntut y???😁). Saya bisa mengetahui banyak hal dengan membaca berbagai informasi yang saya dapatkan dari media online. Perkembangan zaman bisa diketahui lewat layar komputer. Dengan 3 jam membawakan Program #NgoPi di Rugeri banyak membantu saya untuk kegiatan membaca ini. Sehingga saya bisa mengetahui banyak hal. Dari dunia ekonomi, politik, olahraga, bahkan kriminal. Saya sangat terbantu, ga oon jika sedang membicarakan sesuatu, walaupun sebenarnya kadang banyak lupanya juga. Haaahaaa... 
Alhamdulillah... tahun 2015 ini saya sudah membaca 2 buah buku yang isinya memotivasi saya buat bikin tulisan. Yang pertama saya baca buku “Pertama” ini adalah kumpulan cerpen anak-anak Penulis Muda Garut. Dan saya merasa luar biasa bisa membaca buku ini. Kan tadi saya sudah bilang, saya sulit mendapat waktu untuk membaca buku. Nah buku ini menjadi pendobrak ketika rasa penasaran muncul. Saya baca buku itu setelah menerimanya langsung dari motor PMG, Gielang Gumilang. Perlu waktu dua hari memang. Dan buku kedua yang saya baca adalah #Miss_Freaky. Yang ini saya perlu waktu agak sedikit lama. Dua buku ini mendorong saya untuk mulai lagi menulis. Saya juga jadi ngebayangin bisa bikin buku sendiri. Ini virus bagus amat ;) virus menulis dan membaca. 
Soal membaca ini saya mendapat ilmu yang luar biasa dari guru ngaji. Jika sebenarnya kelemahan muslim kita itu salah satunya adalah malas membaca. Membaca buku-buku sebagai bahan pengetahuan merasa susah apalagi membaca Al-Quran. Al-Quran dengan Bahasa Arab, belum lagi membacanya yang tak lancar membuat orang alergi. Selain itu kita harus memperhatikan panjang pendeknya bacaan, belum lagi tajwid dan makhroj. Wahhhh sepertinya lengkap sudah alasan kita makin enggan membacanya. Padahal lagi Al-Quran itu sumber segala ilmu. Padahal lagi, seandainya kita kaji bahwa sebenarnya Alloh meminta pertama kali kepada umat manusia adalah untuk membaca. Saat diturunkan 5 ayat pertama dalam QS. Al-Alaq ayat 1 – 5 dimulai dengan kata Iqro ! Bacalah! 

Orang yang membaca Al-Quran dengan lancar ia akan mendapat pahala, pun bagi orang yang membaca dengan terbata tak akan hilang pahalanya. Dari Ummul Mu’minin ‘Aisyah ra berkata, bahwa Rasululloh saw bersabda : “Yang membaca Al-Qur`an dan dia mahir membacanya, dia bersama para malaikat yang mulia. Sedangkan yang membaca Al-Qur`an namun dia tidak tepat dalam membacanya dan mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (HR. Bukhari, Muslim) 
Dari Ibnu Mas'ud ra. ia berkata: “Barangsiapa membaca satu huruf dari Al Qur'an maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan sama dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud 'Alif, Laam, Miim' satu huruf, melainkan Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. Ad-Darami & Tirmizi)

Maka sangat sayang sekali kalau kita punya banyak waktu luang dan kita menyia-nyiakannya. Lebih celaka lagi jika kita tak meluangkan waktu sesaat saja untuk menengok surat-surat cinta yang Allah persembahkan untuk umat pilihanNya ini. Padahal dari Usman bin 'Affan ra. telah berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Jadi, apakah sekarang kita masih mau menyia-nyiakan saat-saat terindah membaca surat cintaNya untuk kita umat terpilih?


0 komentar:

Posting Komentar