Rabu, 11 Februari 2015
On 15:16 by elsapuspita in Cerita Bunda 1 comment
Bagaimana
perasaanmu saat naik mobil dengan pengemudi yang baru belajar nyetir???
Ohoooohoooo... deg-degan pastinya. Dan itu saya alami pas Mita bawa mobilnya ke
studio. Dengan alasan biar cepat lancar, maka dibawalah si mocin yang baru
beberapa minggu nangkring di depan rumahnya. Sementara, baru kemarin dia cerita
si mocin mundur di tanjakan karena dia belum terlalu menguasai medan. Karena
akan menemui klien, Mie Baso RC di Copong, akhirnya saya rela mendaratkan
tubuh dikursi depan si mocin. Saya sudah banyak berdoa dalam hati, tak
henti-henti, “Ya Alloh, selamatkan kami dalam perjalanan ini .” Sementara Mita
sudah menyalakan mobilnya, saya semakin lebat berdoa padaNya.😊
Hari
pertama kami lalui dengan aman. Karena kami mencari jalan tanpa tanjakan. 😁 biarin keliling-keliling asal ga nemu tanjakan, itu prinsip yang pertama. Tapi
itu tak berhasil dihari-hari berikutnya. Mau tak mau tanjakan ini harus
ditaklukkan. Dan saat moment itu di depan mata, maka saya akan duduk dengan
tegak dan berusaha untuk enjoy dan tenang, menatap jelas ke depan dan siap-siap
buka pintu jika mobil tiba-tiba mundur..... jhiaahhahaaa... ga sebegitunya juga
kaleee... saya hanya memastikan Mita bisa melakukannya dengan baik. Dia pasti
bisa koq! Dan saya percaya ini bukan suatu kebetulan jika saat-saat pertama
kami melalui tanjakan keadaan jalan lancar dan tenang. Ga macet. Ini memudahkan
kami melalui tanjakan tanpa kendala. Alhamdulillah... Alloh sudah setting
dengan sempurna untuk melatih kami. Melatih Mita dengan gas dan rem di tanjakan. Melatih saya agar
bisa tenang juga. 😁 luar biasa!
Suatu
hari, lepas kerja, tepatnya 15 September 2014, Mita memaksa mengantarku & anak-anak ke rumah.
alasannya, biar tambah lancar mengemudi. Iya juga sih, makin sering mengemudi
kan semakin terlatih ya....
Walau begitu, agak cekot-cekot juga menerima permintaannya. Bukannya apa-apa, jalan
menuju rumah sudah kebayang..... wuihhhh!!! nanjaknya itu..... sehingga kami
sepakat, nanti kami ga diantar sampai rumah, alias ga harus si mocin melalui
jalan nanjak menuju rumah. Pengemudi belum berani, penumpang juga sama.
Xixiiii... Ok, kalau begitu. Deal!
Saya
menikmati perjalanan, begitu juga anak-anak. Sampai ketika kami menemukan
tanjakan sekaligus belokan tajam di komplek. Haduhhhh.... anak-anak sampai
panik dan sedikit ketakutan. Mocin sempat mundur memang, sampai akhirnya Mita
menekan gas dalam-dalam sekaligus pedal koplingnya juga... akhirnya si mocin
kentut. Kata anakku, ada asapnya hitam. Xixixiiii... alhamdulillah jalan
komplek ga terlalu sibuk dengan kendaraan dan kami bisa lalui itu walau sempat
deg-degan.
Tanjakan
mini z anak-anak sudah empot-empotan, apalagi pas mocin sudah dekat tanjakan
menuju rumah. Halahhhhh, anak-anak langsung lompat keluar. Xixiiiii... anyway,
kami tiba di rumah dengan selamat. Yang jadi pertanyaan apakah Mita bisa lewati
tantangan melalui tanjakan menuju gerbang ke luar? Saya jadi ikut deg-degan...
“Ya Alloh, lancarkan perjalanannya.”
Besoknya,
dapat cerita kalau kemarin menurut Mita adalah petang yang paling gelap baginya.
Ternyata eh ternyata bukannya sudah
gelap, tapi selama perjalanan ternyata lampu luarnya ga dia nyalain. Hadeuhhhh ! 😁
Seminggu
kemudian, kejadian serupa terulang. Mita menawarkan diri untuk mengantar sampai
rumah. Saya juga anak-anak sepakat akan turun seperti minggu sebelumnya, di
jalan sebelum memasuki tanjakan menuju rumah.
Sampai
di komplek hampir menuju tanjakan rumah, ketika tiba-tiba Mita menancap gas
mengarungi tanjakan super duper. Anak-anak sudah teriak, tapi Mitmot tetap pede
injak gas sambil menenangkan anak-anak. Sementara saya selain sibuk menenangkan anak-anak juga berdoa deras dalam hati. “Tenang, Teh Mita pasti
bisa nyampai ke atas.” Yaahhh kurang lebih begitulah saya bilang ke anak-anak,
padahal dalam hati juga luar biasa cenat-cenut. MasyaAlloh, bakal sampe rumah
atau si mocin bakal mundur lagi??? Dan ternyata kami tiba di depan rumah dengan
selamat. Alhamdulillah.... salut! Mita, bisa! Dia bernafas lega sambil berkata,"Kalau ga dicoba ga bakal bisa-bisa, Teh!" Iya juga sih... sampai kapan menyimpan ketakutan mobil mundur di tanjakkan. Bagaimana kita tahu bisa melalui atau tidak jika tidak dijalani?
Malam
itu saya buatkan ‘trophy’ keberhasilan. Trophy untuk memperingati penaklukan
tanjakan Cijati. Dibuat dari kardus bekas susu bubuk. Diukur sedemikian rupa.
Ditulis dengan spidol warna-warni, langsung dilem setiap bagiannya. Besoknya,
saat siap-siap on air #NgoPi saya kasih tuh trophy.
"Tarrrranggg! selamat! Kamu sudah taklukkan ketakutanmu," seruku.
Coba bayangkan bagaimana reaksi c’ cantik Mita?
Selamat membayangkan.... 😉
"Tarrrranggg! selamat! Kamu sudah taklukkan ketakutanmu," seruku.
Coba bayangkan bagaimana reaksi c’ cantik Mita?
Selamat membayangkan.... 😉
Ingin lihat Trophynya??? Ini dia!!! Bentuknya dibuat seperti jam, menandakan waktu. Artinya
segala sesuatu butuh waktu/proses. Begitu juga jika ingin bisa mengendarai
mobil. Belajar nyetir ga bisa sekali dua kali tapi perlu terus dilatih
sampai akhirnya mahir.
![]() |
| foto design by. my lope-lope 😉 |
![]() |
| Sisi kiri ditulisi catatan tentang kisah "menaklukkan tanjakan I" |
![]() |
| Sisi kanan ditulisi catatan kisah penaklukkan tanjakan episode II |
![]() |
| Bagian bawahnya ditulisi juga,,,,, Ahhhayy... :D |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...




Mit Suka, Mit Suka (Baca gaya Meymey Ipinupin)
BalasHapus