Sabtu, 28 Desember 2013
On 14:14 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
Tak perlu
menyuruh untuk melakukan sesuatu yang tak ku inginkan
Jika aku
berubah itu karena Tuhan telah membuatnya demikian
Tak bisa
kau paksakan sesuatu sampai kau membenci ketidakmampuanmu mengubahku
tiap orang
mempunyai peran sesuai dengan pilihannya
Seperti aktor
yang memilih perannya
Ia akan
melakukan peran itu sebaik-baiknya agar cerita sesuai dengan skenario yang ditulis
Maka tiap
orang akan memainkan peran itu sebagaimana pilihannya
Jadi jangan
pernah paksa aku untuk memainkan peran yang kamu inginkan
Karena aku
bukan kamu
Jangan
memaksaku!
Jika sampai
kau membenciku dan membuat peranku seolah kotor
Maka berhentilah
membual
Karena Tuhan
tidak diam
DIA
mahakuasa yang memberiku peran ini
Jadi aku
akan melakukannya dengan penuh rasa
Tidak dengan
nafsu dan amarah
Kau tunjukkan
begitu, itu sudah cukup bagiku
Menjawab peran
apa yang kau ingin lakukan
Peranku tak
mengganggumu
Jadi ada
apa dengan dirimu?
Meramu
kata membuat orang-orang membenciku
Tak mengapa,
toh Tuhan tidaklah tidur
Aku bukanlah
siapa-siapa yang bisa menghentikanmu
Aku tak
salahkan pilihanmu, MAKA
Aku memilih
ini dan menikmatinya.
Tuhan tunjukkan
caraNYA
Karena dengan
yang kau bilang “begini” hidupku selalu penuh warna
Tak perlu
kucari warna-warni ini dari kotak pensilmu
Maka nikmatilah
peranmu
Lukislah
dengan warna-warna sesukamu yang menurutmu indah
Dengan caraNYA
sendiri DIA sudah tunjukkan siapa dirimu
Pada saatnya
nanti kau akan tahu
Tak ada
salah dengan peran yang kita ambil
Kau hanya
perlu berpikir lebih jernih
Mungkin perlu
waktu agak sedikit lama
Karena sekarang
kamu tengah berpikir bahwa aku tak pandai memilih peran
Dan peranmu
adalah peran yang sangat BERARTI
Aku tak
akan berusaha meyakinkan kamu
Tak
perlu...
Itu pilihanmu
Mengapa pula
kau pikir tak ada keberhasilan dengan pilihanku
Melakukan peranku
di sini kau pikir sia-sia
Padahal berhasil
bukan berarti mengkhianati peran kita
Atau berpura-pura
berperan menjadi baik lalu mencakar
Bukan ...
bukan itu
Keberhasilan
itu jika kita mampu menjalani sebaik-baiknya peran yang sudah kita pilih
Kau tetap
tangkis dengan kata sinis
Kenapa???
Jika kau
yakin peranmu baik dan sangat baik
Kenapa tak
kau hargai peran lain yang ikut mendukungmu?
Kenapa kau
hanya berpikir dan yakin bahwa peranmu saja yang baik....
Kalau begitu
bagaimana kamu menghargai peran orang lain
Peran yang
dipilih orang yang menunggumu dengan gelisah
menghitung
waktu bertemu denganmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...
0 komentar:
Posting Komentar