Senin, 23 Desember 2013
On 16:46 by elsapuspita in Bunda's Poetry No comments
![]() |
| pic. by :123mpat |
Seperti
itu juga pertanyaan dalam hati,,, banyak kata mana mungkin yang hadir
Tentang
cerita-cerita yang sempat terlontar juga kebersamaan yang ingin kuingkari
Tapi
ternyata tak bisa,
hal itu
tetap ada
Tak
kupungkiri kehadiranmu memberi arti,
Hingga
kuterpaku saat kau akan pergi
Rasa
sayang bercampur pengharapan
agar
dapat bersama melalui apapun kenyataan di depan
Tapi
aku bukan siapa-siapa
Yang
dapat memberikan setiap apapun yang menjadi keinginanmu
Aku,,,
tak bisa mengikuti cara dan langkahmu
Jangan!
Jangan begitu
Aku
bukanlah Tuhan tempat bergantung
Aku
masih mengharap dariNYA juga, jadi
rasanya kau tak layak berharap banyak padaku
Dan kurasa
kau kecewa padaku, ‘ku tak bisa jadi pengharapanmu
Kupikir
dan berkhayal, mencoba mencari alasan yang tepat untuk kepergianmu
Tak
bisa ..... tak bisa juga!
Kau
tetap pergi dan aku tak bisa menahanmu
Walau
begitu, kau tetap ada dalam bingkai hidupku
Tak
akan kuhapus karena kutakkan mampu
Kutak
punya penghapus yang dapat menghilangkan ingatanku tentangmu
Kecerianmu,
kekonyolanmu, bahkan lakumu yang mengesalkan semua terekam jelas
Aku
makin sakit mengingatmu
Saat semua
terbuka, dan sangat nyata kau lebih memilihnya daripada aku
Tak
mengapa, barangkali dia memang lebih menarik untukmu melakukan petualangan
Aku
terluka... aku terluka
Harusnya
ku sadari itu sejak awal
Agar
tak kurasakan torehan luka yang dalam
Merasa
tersentak, kaget dengan semua yang terjadi menimpaku
Rasanya
tak adil kau perlakukan aku layaknya kau tak mengenalku
Padahal
kau bilang aku sangat spesial untukmu
Setiap
titik pernah kau tulis dalam lembar kenang kita
Dan
kini kau menyangkal,,,
Mengingkari
kebersamaan yang kau bilang sangat berarti
Tidak!
Kau penuh dengan dusta
Tidakkah
kau sadari itu menyakitkanku... sangat
Jika
sore ini turun hujan sementara mentari bersinar terang
Itu
tanda langit pun turut berduka karenamu
Kau
tetap berusaha meyakinkanku agar aku percaya
Tahukah
kau?
Kepercayaan
itu ibarat kertas
Sekali
kita remas ia takkan kembali sempurna
Tampaknya
juga begitu denganku
Maaf...
Jangan
lagi kau lakukan itu,
Kau
akan lelah menutupi semua bohongmu
Hujan
mulai reda,
Sementara
hatiku berdarah mengingatmu dalam kenang yang mulai buram
Mengenang
hujan sore itu
Mengenang
luka yang kau toreh, seperti kertas yang telah kau remas
![]() |
| pic. by : umamismind |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...


0 komentar:
Posting Komentar