Jika ini disebut kesempatan, gunakan dengan baik. Jika ini adalah jalan, ikuti alurnya dengan yakin. Tak ada sesuatu yang sia-sia. Karena siapa menanam dia akan menuai. Berbuat baiklah.

Selasa, 03 Desember 2013

On 09:17 by elsapuspita in    1 comment


 Sekarang dah musim buah mangga lagi ya. Alhamdulillah pohon mangga di depan rumahku telah berbuah. Ga lebat sih, tapi suwerrrrr kami sekeluarga senang sekali.
Suatu kali teman SMA-ku Johan dari Bali mengirim photo pohon mangganya yang berbuah lebat sekali. Wahhhh... saya ikut senang. Saya perlihatkan photo itu pada putriku. Putriku langsung nanya,”ini pohon mangga siapa bunda?”
“Itu pohon mangganya temen Bunda”.
“Dimana?” tanyanya.
“Temen Bunda tinggalnya di Bali,” jawabku.
Mulut putriku membentuk huruf O, “Oooowhhh....”, gumamnya.
Tuh! Pohon manggaku ga terlalu tinggi kan?
        Saat akan menjemput adiknya, Helmi yang nginap di rumah adikku, sepanjang perjalanan, setiap melihat pohon mangga, putriku memberitahuku dan menunjuknya. Kemudian dia bertanya kenapa pohon-pohon mangga itu buahnya banyak-banyak sedangkan di rumah mangganya sedikit.
Saya bilang apa yang ada dipikirku saat itu, karena pohon mangga itu tinggi-tinggi sedangkan pohon mangga di rumah pendek.  
Dengan spontan putriku berkata, makanya Bunda, pohonnya disiram susu biar tinggi.
        Walahhhhh..... anakkuuuu.... 😁😁 

 (Jawaban saya benar ga ya? Heeee.... soalnya saya sendiri juga kurang paham kenapa mangga di rumah ga selebat yang lain? Sewaktu beli rumah ini, pohon manga itu sudah ada di depan rumah.  Saya hanya berpikir, barangkali kalau pohonnya tinggi, jarang sekali bunganya terganggu oleh tangan-tangan usil yang suka memetiknya, sedangkan pohon yang pendek banyak gangguannya, ma’lum di sekitar rumahku kan banyak anak-anak, gitu). Nggak ilmiah banget ya.... Hahaaaa...
 Saya jadi tergelitik juga kenapa pohon mangga di rumah ga berbuah lebat. Setelah cari tahu kanan kiri ternyata ada beberapa faktor yang mempengaruhi, antara lain :

· Tingkat kelembaban tanah. Tanah dengan tingkat kelembaban tinggi hanya akan mempercepat produksi daun namun tanpa pertumbuhan buah. Sebaliknya jika ditanam di tanah dengan tingkat kelembaban rendah, akan lebih banyak muncul bunga, namun jika kadar air tidak diperhatikan, maka bunga tersebut tidak akan membentuk bakal buah, jadi harus diperhatikan pengairannya.
· Ternyata membuat guratan pada pohon mangga ada manfaatnya terutama ketika musim buah mangga telah tiba.
·  Pemupukan juga harus dilakukan  untuk merangsang tumbuh kembang bunga dan menjaga agar bakal buah tidak mudah rontok.
· Tanaman paku pada batang dan cabang pohon mangga akan menghambat peresapan makanan oleh daun, tapi  akan digunakan untuk pembentukan bunga dan buah.
· Memangkas  daun-daun yang tidak produktif. Pemangkasan daun ini ternyata berfungsi untuk peresapan makanan dari tanah agar lebih digunakan untuk proses pembentukan bunga dan buah.
·  Dan yang pasti pohon mangga juga memerlukan sinar matahari yang cukup.


Alhamdulillah... dari pertanyaan anak yang sederhana bertambah lagi deh ilmuku.

1 komentar: