Rabu, 25 September 2013
On 11:49 by elsapuspita in Cerita Bunda 2 comments
Tgl 21 April 2013 ini
merupakan hari yang tak biasa. Kenapa? Karena hari ini saya akan
"pentas" di acara "Baraya Rugeri Club Berbagi Dengan Cinta"
sekaligus juga memperingati hari Kartini.
Sehari sebelumnya penyebar virus narsis Mitha Ria
sudah mengomporiku untuk eksis di acara ini. Dan memang rayuannya sangat
dahsyat bin maut bahkan Mitha dengan sekejap telah membuatkanku puisi yang
judulnya aneh menurutku jika didampingkan dengan judul-judul lain yang berbau
wanita atau kartini. Tapi entah saya terbius atau terhipnotis sehingga dengan
rela saya mengiyakan untuk melakukan sesuatu yang bukan biasa-biasa saja.
Halahhhhhh sepertinya Mitha berguru pada master magician Deddy Corbuzier atau
pada Demian?
Semalaman saya baca puisi itu dan
saya sudah membacanya dengan berbagai macam gaya. Sampai berkali-kali, sampai
akhirnya saya memutuskan akan membuat puisi ini menjadi seperti yang saya
inginkan. Begini... begini... begini... Mantap! Kataku dalam hati sambil
tersenyum.
Entah kenapa juga sampai-sampai terbawa mimpi. Apa saya terlalu memikirkan bagaimana penampilanku nanti atau saya ketakutan jika penonton nanti terhipnotis oleh gayaku? :) eitssss... G boleh protes kalau saya narsis 😀
Entah kenapa juga sampai-sampai terbawa mimpi. Apa saya terlalu memikirkan bagaimana penampilanku nanti atau saya ketakutan jika penonton nanti terhipnotis oleh gayaku? :) eitssss... G boleh protes kalau saya narsis 😀
21 April - Pagi, setelah
pekerjaan rumah beres dengan segera saya dan putriku meluncur ke lokasi di
depan gedung KNPI Garut. Karena hari Minggu, jadi lokasi sepanjang Jl. A.Yani
merupakan arena yang menyenangkan karena bebas kendaraan bermesin alias car
free day.
Diluar dugaan. Tak seperti
yang kubayangkan. Saya kira akan membaca biasa saja tapi.... Ternyata layaknya
pertunjukan seni yang luar biasa. Bersama dengan anak-anak dari Post Theatron Garut yang menyuguhkan Garut Memartung, aksi teatrikal Kuda Lumping
juga sederet performance anak-anak dari Padepokan
Sobarnas yang terkenal itu.
Baru datang, tiba-tiba harus
segera bersiap untuk perform bersama BRC. Walahhhh..... tadinya saya akan mundur.
Sepertinya saya ga bakalan bisa baca puisi di tempat yang sangat ramai ini....
hhhhh.... tapi kenapa kepala mengangguk dan kaki melangkah ke depan ketika
namaku dipanggil oleh si jelita Mitha. Konyolnya saya.... tanpa basa basi
langsung membaca puisi yang berjudul "Tablet".
Haaahaaa... saya melihat
mata2 itu terpesona melihatku. Apalagi saat kukeluarkan androidku. Apa karena
saya begitu manis atau karena tablet
putihku yg mempesona? Apalagi ketika saya mulai membacakan puisi yang kucontek
dalam androidku itu.
Tablet........ Oh tablet...
| Tablet putihku yang unyu-unyu :) |
Bukan maksud menyombongkan diri namun saat itu kartini
tak miliki... Tablet
Tablet.... Bukan obat puyer untuk perempuan ber-rok
mini yang pusing bayar kartu kredit. Bukan pula obat tidur buat anda lelaki
yang ingin bermimpi tentang perempuan cantik...
Tablet....... dulu perempuan itu tak pernah
menggunakannya. Jari jemarinya selalu menari dengan lincah di atas kertas. (Di atas kertas yaaa... bukan menekan tuts keyboard komputer
atau sms-an dg temannya, tp dia kartini selalu menulis surat pd teman-2nya
bahkan suratnya sampai ke Belanda)
Tapi ....... tablet......adalah sejarah betapa dunia
semakin canggih.
Namun sayang duhai tablet dirimu tak memiliki nama
harum bak ibu kartini.
Kecanggihanmu tak jua mampu membuat perempuan bangkit. (coba tanya.... Kenapa?) Karena mereka malah lebih
asyik dengan dunianya sendiri. Karena dirimulah pula di rumah, seorang istri
menjadi no. 2 bagi suami.
Tablet, hargamu
mahal namun tak mampu menjadi pahlawan dunia
Oh.... tablet bahkan jeniusnya programmu tetap tak
mampu membuat kartini terganti
Persembahan khusus Tablet vs Kartini - karya
Mitha Ria yang mendapat sentuhan ajaib dari kartini masa kini.
* tulisan berwarna merah
adalah tambahanku karena 'groginya' saat membaca puisi
![]() |
| Penampilanku saat membacakan puisi "Tablet" |
Ya Alloh..... saya merasa
takjub dgn apa yang telah kulakukan. Rasanya yang kukira beban itu telah
terangkat. Tubuhku pun terasa lebih ringan melangkah. Dan pada akhirnya merasa
geli, "Koq bisa ya saya sekeren itu".
Yes! I can do it!
Yes! I can do it!
Ya Alloh, that's so amazing! Funtastic!!! I proud of
making it real. Reading a poetry in front of public. I'm so special.
| Bergaya bersama properties anak seni |
| Mita Jelita juga ikut baca puisi |
(Jangan lupa ya.... ikuti tulisanku selanjutnya tentang "Wanita Luar Biasa" .... 😏 )
| Ikut ambil bagian dalam pengumpulan 1000 tanda tangan untuk "Stop Pelecehan Terhadap Perempuan" |
| Mita Jelita tetap melaksanakan tugas reportase, setelah performance |
Kata Bunda : Terkadang kita butuh sedikit tekanan untuk dapat bersinar. Karena tuntutan kadang membuat kita "siap" dalam kondisi apapun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Search
Tamu Bunda
Popular Posts
-
Pernah ga saat mencuci lap penuh dengan minyak? Kalau bertemu lap seperti itu, wajar lah agak sedikit malas mencucinya. Dulu itu sering ...
-
Tak terasa ya... satu semester berlalu. Setelah melalui Ulangan Akhir Semester, tiba saatnya anak-anakku mendapatkan hasil belajarnya. ...
-
Gaya bareng soulmate Hampir tiap pekan, anakku Helmi "janjian" sama sepupunya Syauqi buat nginep di rumahnya. Instruktur D...
-
pic. by : yagakgitujuga Mengenangmu sangat menyakitkan Tapi tak bisa kuhindari Saat aku kembali di tempat ini Aku tahu a...
-
Rabu Pagi, 29 Oktober 2014, kurang lebih jam 9-an, sedang On Air # NgoPi “Ngobrol Pagi ”, kantorku kedatangan tamu istimewa. Bapak...
Follower
Me Just
Seorang Ibu dengan 2 anak yang perlu banyak belajar. Pernah sempat bercita-cita pengen jadi guide biar bisa jalan-jalan sama turis asing.Haaa...

Berada dalam 'underpressure' memang suka bikin ketar-ketir. Tapi setelah berhasil melewatinya....woowww amazing. So....sepanjang kita melihat 'tekanan' sebagai sebuah peluang tantangan menunjukkan kapasitas diri, akan jadi sebuah batu loncatan untuk hupp...meloncat pada tangga hidup selanjutnya. Good job, sist. God bless U :)
BalasHapusLangkah yg baik,,,, Good Job, Teh. We proud of you ^^
BalasHapus